Connect with us

Hukum

Rizal Djalil Tantang KPK Buktikan Dirinya Terima Uang Rp3,2 Miliar

Published

on

Realitarakyat.com – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menantang semua pihak yang bisa membuktikan dirinya menerima uang Rp3,2 miliar dari kontraktor proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yakni, Komisaris PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

Hal itu diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, di Jakarta, Rabu (9/10/2019). Rizal awalnya menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang tersebut.

“Saya tidak ada kaitannya, demi Allah azza wa jalla, dengan uang yang 3,2 miliar. Silakan dibuka, silakan diungkap, siapa yang memberikan dan siapa yang menerima,” katanya.

Dirinya juga membantah telah mengutak-atik hasil audit BPK terhadap proyek SPAM. Dia pun mengklaim, auditor BPK telah bekerja dengan profesional dan akuntabel sesuai aturan perundang-undangan.

“Kalau ada pihak-pihak yang menyangsikan terjadi perubahan, saya dengan tim siap untuk berhadapan dengan pihak yang menduga telah terjadi perubahan itu,” ujar dia.

Rizal juga menyebutkan, sebagai seorang anggota BPK, tidak mungkin bisa mengacak-acak sebuah proyek di kementerian.

“Jangankan saya, pimpinan lembaga saja, kementerian saja, menteri saja, tidak punya kewenangan untuk mengatur proyek, apalagi seorang Rizal Djalil yang tidak menjadi menteri, tidak menjadi pimpinan lembaga negara,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Rizal diperiksa oleh KPK dalam kasus dugaan suap proyek SPAM. Dia diduga menerima uang USD100 ribu dari Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo.

Sebagai seorang anggota BPK, Rizal pernah bertemu dengan Direktur SPAM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan menyatakan keinginan untuk ikut serta dalam proyek SPAM.

Proyek yang diminati Rizal adalah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Kemudian proyek SPAM JDU Hongaria tersebut dikerjakan oleh PT Minarta Dutahutama. Dalam perusahaan ini, Leonardo menjabat sebagai Komisaris Utama.

KPK menduga, sebelumnya Rizal telah berkenalan dengan Leonardo yang mengaku sebagai kontraktor proyek di Kementerian PUPR.

Leonardo berjanji menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dollar Singapura kepada Rizal berkaitan proyek SPAM tersebut.

Realisasi uang tersebut, akhirnya diduga diserahkan kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga, yaitu sejumlah USG100 ribu uang itu diduga diserahkan di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Kasus Novel Ujian Sejarah Pemerintahan Jokowi

Published

on

Novel Baswedan / Net
Continue Reading

Hukum

KPK Siap Hadapi Gugatan Imam Nahrawi

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Hukum

KPK Masih Berharap Polisi Ungkap Pelaku Penyerang Novel

Published

on

Novel Baswedan / Net
Continue Reading




Loading…