Connect with us

Politik

Pilkada 2020 Diprediksi Marak Hoaks

Published

on

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho

Realitarakyat.com – Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, menilai bahwa potensi hoaks dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan marak dan meningkat.

“Hoaks sengaja ditebar, untuk menjatuhkan elektabilitas peserta pemilu tertentu, dan tentunya itu juga akan berpotensi terjadinya gesekan di masyarakat,” kata Septiaji, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2019).

Berangkat dari hal itu, lanjut Septi, sejumlah daerah yang menyelenggarakan Pilkada, perlu mendapat porsi pengawasan lebih besar, dan sejak kini sudah disusun langkah-langkah antisipasi adanya gesekan dan perpecahan akibat hoaks.

“Untuk mengantisipasinya tidak semua masalah hoaks bisa diselesaikan dengan hukum, tetapi membangun literasi atau kesadaran masyarakat dalam menyebarkan informasi secara bijaksana. Sebab, penyebaran hoaks ini menggunakan beragam media baik konvensial hingga digital atau daring,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh, Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI periode 2014-2019, Mardani Ali Sera. Dia menilai, penangan hoaks sebenarnya tidak cukup dengan hanya mengandalkan jalur hukum.

Politisi PKS ini pun menyarankan agar pemerintah memperbanyak literasi dan refrensi bagaimana cara dalam menuntaskan permasalahan maraknya hoaks di masyarakat.

“Buktinya sudah banyak yang tertahan karena hoaks tetapi peredarannya masih tinggi, hal ini harus dievaluasi dimana salahnya dan ketimbang hanya menangkap lebih baik literasi ditingkatkan,” pungkas Mardani.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 3.356 hoaks pada periode Agustus 2018 hingga 30 September 2019.

Hoaks terbanyak terkait isu politik dengan total 916 hoaks, disusul pemerintahan 566 hoaks, kesehatan 351 hoaks, dan kejahatan 242 hoaks.

Dalam rentang waktu itu, hoaks terbanyak terdeteksi pada April 2019 atau menjelang waktu pemungutan suara Pemilu Presiden dan Legislatif serentak 2019. Sepanjang April 2019, sebanyak 501 hoaks ditemukan Kemenkominfo.

Hoaks terbanyak selanjutnya terjadi satu bulan sebelum pemungutan suara atau pada Maret 2019 dengan total 453 hoaks. Sementara satu bulan setelah pemungutan suara atau Mei 2019, Kemenkominfo mendeteksi 402 hoaks. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Ini Prediksi Menteri Kabinet Jilid II Jokowi

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Politik

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Diyakini Aman, Tapi Tak Boleh Lengah

Published

on

Diskusi Sosbudpolhukam yang dipandu Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo / Ist
Continue Reading

Politik

PKS Klaim Siap Jadi Oposisi Tunggal

Published

on

Politikus PKS Mardani Ali Sera / Net
Continue Reading




Loading…