Connect with us

Fokus

Fahri Hamzah, Si ‘Penjual Kopi’ Dari Sumbawa Tak Lagi Huni ‘Rumah Rakyat’

Published

on

Wakil Ketua DPR RI 2014-2019, Fahri Hamzah / Instagram @fahrihamzah

Realitarakyat.com – Suaranya tak pernah surut untuk melontarkan kritik. Setiap kata yang dilontarkan terdengar begitu keras, tajam dan akurat. Juga berani, cerdas, dan bertanggungjawab, itulah sosok Wakil Ketua DPR RI bernama Fahri Hamzah.

Kehadiran Fahri Hamzah, si ‘Penjual Kopi’ dari Sumbawa di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, memang memberi warna tersendiri.

Bukan saja di perpolitikan Indonesia, tetapi secara khusus di rumah rakyat tempat berkumpulnya para wakil rakyat yang terhormat.

Sebagai wakil rakyat, Fahri selalu tampil terdepan mengkritisi berbagai kebijakan yang dipandangnya tidak berpihak kepada rakyat.

Bukan hanya bersuara lantang dari dalam gedung DPR, Fahri juga salah seorang pimpinan DPR aktif
termasuk generasi yang gemar berdiskusi untuk bertukar pikiran, dan perbedaan pendapat.

Selama mengenal Fahri dan mengikuti berbagai kegiatannya, satu hal yang tak pernah bisa dilupakan, yaitu ucapannya soal “Indonesia lahir dari narasi”.

Pidato-pidato para pemimpin menyebabkan kata-kata menjadi magnet yang dapat mempersatukan ribuan pulau, dan beratus-ratus suku, sehingga menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa, yakni Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI 2014-2019, Fahri Hamzah / Instagram @fahrihamzah

Sisi lain yang mungkin perlu diketahui bahwa Fahri, dulunya adalah seorang penjual kopi, di desa kelahirannya, Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pengakuan dirinya sebagai pejual kopi, terungkap saat saya mengikuti acara “Netizen #NgopiBarengFahri Jilid 8″, salah satu cafe, di kawasan Bogor, Jawa Barat, tahun lalu.

“Saya bukan hanya penikmat Kopi. Tetapi saya juga penjual kopi,” kata Fahri yang tanpa ragu menjawab pertanyaan Netizen.

“Saya lahir di Sumbawa, dimana ada sebuah desa bernama Tepal. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Batu Lante itu terletak di puncak Gunung Batu Lanteh, puncak gunung tertinggi di Pulau Sumbawa, yang merupakan penghasil kopi terbesar di Sumbawa.”

“Setiap bulan, karena belum ada jalan raya, petani kopi dari desa berjalan kaki sampai di kampung saya. Ibu saya membeli biji kopi dan kemudian mengolahnya jadi kopi. Saya menjual kopinya kepada masyarakat,” kata Fahri.

Bahkan dalam acara ini, sosok Fahri terlihat jelas sudah mempersiapkan diri jika masa jabatannya berakhir.

Fahri mengakui saat ini dirinya sedang merintis dagangan kopi, dengan namaKopi Revolusi. Dia mengakui kafein yang ada dalam kopi membuat orang berdegup menciptakan semacam kejiwaan yang revolusioner.

“Jadi, kopi itu sebenarnya bisa memancing ‘pembrontakan’.”

Fahri pun berharap dengan ngopi bareng membuka banyak hal, pikiran dan cakrawala tanpat kepalsuaan.

Fahri adalah sosok yang ingin melontarkan konsep ke arah mana yang harus dilangkah. Fahri juga mengungkapkan kalau ada yang tidak suka dengannya, ia tidak mempersoalkan hal itu.

Karena baginya, seorang pemimpin harus diuji dengan sekuat-kuatnya, agar menjadi tangguh.

Bagi Fahri Hamzah, ngopi bareng sambil berdebat salah satu cara untuk menikmati nafas zaman yang baru, dimana saling tukar pikiran untuk kemajuan bangsa. [***]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Fokus

BEM se-Jabodetabek Ancam Demo Jika Ketua DPR Tak Batalkan Kapus Panlak Terpilih

Published

on

Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI (foto: ist/net)
Continue Reading

Fokus

Terpilihnya Tanti Jadi Kepala Panlak Lemahkan DPR

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Fokus

Ada Tekanan dalam Proses Pemilihan Kepala Panlak DPR?  

Published

on

Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…