Connect with us

Kesehatan

Gangguan Kesehatan Akibat Karhutla, PKB: Kemenkes Jangan Diam Aja Dong!

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Masyarakat diminta untuk berhenti saling tuduh dan menyalahkan terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Riau.

Karena, sikap saling tuduh tidak akan menyelesaikan masalah. Yang diperlukan saat ini adalah langkah konkret dan strategis dalam mengatasi persoalan karhutla. Kementerian Kesehatan jangan tinggal diam dalam persoalan tersebut.

“Daripada saling menyalahkan, kami mengajak semua pihak bersama-sama memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak,” kata Ketua DPP PKB, Marwan Dasopang, dalam konferensi pers, di Ruang Rapat Fraksi PKB DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Selain bantuan medis dan obat-obatan, kata Marwan, Menkes juga harus bisa menjelaskan ke masyarakat, masker jenis apa yang harusnya dipakai oleh masyarakat yang wilayahnya terpapar asap.

Jangan sampai, lanjut dia, ada bantuan masker dari para relawan yang akhirnya mubazir karena setelah dibagi-bagikan, ternyata masker itu tidak standar.

“Karena saat ini sudah simpang siur, ada yang menyebut masker standar harus jenis tertentu, salah satu cara yang paling umum digunakan untuk melindungi diri dari bahaya polusi di udara adalah dengan memakai masker. Jenis masker N95 adalah yang paling direkomendasikan oleh ahli dan dokter,” kata dia.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Riau ini, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak seharusnya bersama-sama menanggulanginya dengan kemampuan dan peran yang bisa dilakukan.

“Agar tidak saling tuduh dan berdebat, DPP PKB bidang Penanggulangan Bencana meminta pemerintah segera memetakan persoalan, dan menerjunkan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya karhutla,” ujar dia.

Marwan yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga minta agar pemerintah mengumumkan pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.

PKB berharap pemerintah segera melakukan penataan penanganan karhutla dalam satu komando terpusat, sehingga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

Saat ini, menurut dia, yang perlu diwaspadai adalah karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan dan Riau, Jambi dan Sumsel, namun daerah lain juga berpotensi terjadi karhutla sehingga harus segera dilakukan antisipasi agar bisa dicegah tidak menjadi bencana. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Kesehatan

Obat Ranitidin Ditarik, Ini Daftar Penggantinya

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Obat-obatan Bukan Pilihan Terbaik Atasi Gejala Agitasi Demensia

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Koperasi Perikanan Diharapkan Ikut Berperan Atasi Stunting

Published

on

Continue Reading




Loading…