Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Ribuan Mahasiswa Tinggalkan Gedung DPR RI

Published

on

Pengunjukrasa dan polisi nikmati kopi dan duduk bersama, setelah sebelumnya sempat tegang saat aksi massa berlangsung. (Foto: Realitarakyat.com/Bisma Rizal)

Jakarta, Realitarakyat.com – Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi di depan Gedung DPR , Jakarta, Senin (23/9)  malam, berangsur-angsur meninggalkan lokasi aksi. Berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 22:00 WIB hanya terlihat puluhan mahasiswa duduk beristirahat di depan Gedung DPR bersama dengan personel kepolisian.

Sambil menikmati segelas kopi dan rokok, para mahasiswa tersebut terlihat berbincang-bincang dengan rekannnya. Sementara, aparat kepolisian yang berjaga juga  terlihat melakukan hal yang sama.

Dengan menikmati nasi bungkus yang dibawa rekannya, mereka terlihat santai. Hal itu berbeda sekali dengan keadaan beberapa jam yang lalu. Saat suasana tegang antara dua kubu tersebut sangat terasa.

Sebelumnya, perwakilan massa yang  tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia, Manik Marganamahenda menyebutkan, aksi itu akan berada pada puncaknya pada Selasa (24/9). Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia itu menyebutkan, apa yang mereka lakukan tidak mewakili kepentingan golongan politik manapun.

“Kami pastikan tidak ada kepentingan politik yang menunggangi aksi kami. Kami semata-mata menuntut penuntasan agenda reformasi yang sudah berumur 21 tahun, tapi belum juga tuntas,” tandasnya.

Seperti diketahui, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang DPR RI. Mereka menuntut sejumlah hal. Antara lain
merestorasi upaya pemberantasan KKN, merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM serta keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan.

Selain itu juga merestorasi perlindungan sumber daya alam, pelaksanaan reformasi agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif, merestorasi kesatuan bangsa dan negara dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan.

“Kami juga menuntut agar sejumlah rancangan undang-undang bermasalah seperti RKUHP, RUU KPK, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, maupun RUU SDA ditunda pengesahannya karena bermasalah,} tukasnya.[sas]

Baca Juga :   Diundang Jokowi, Mahasiswa Tuntut Pertemuan Dilakukan Terbuka
Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Presiden Berhak Tak Keluarkan Perppu

Published

on

Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Nasional

Banyak Daerah Tak Cukup Serius Persiapkan Pilkada

Published

on

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Nasional

Daerah Belum Tuntaskan NPHD, Kemendagri Turun Tangan

Published

on

Ilustrasi. (Ist/Net)
Continue Reading




Loading…