Connect with us

Daerah

Kedapatan Pulang Malam, Terpidana Impor Daging Sapi Ternyata Dapat Izin Luar Biasa

Published

on

Bandung, Realitarakyat.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Bandung, Abdul Karim, membenarkan Lutfi Hasan Ishaaq (LHI), terpidana 18 tahun penjara terkait kasus korupsi kuota daging impor di Kementan, mengajukan izin luar biasa ke luar lapas, untuk menjadi wali nikah anaknya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

LHI diketahui memasuki Lapas Sukamiskin pada Minggu 22 September 2019 sekitar pukul 21.35. Dia keluar dari mobil Toyota Fortuner warna hitam bernomor polisi B 1027 F.

Bersama LHI, juga tampak, seorang sopir dan dua pengawal. Satu orang berseragam batik dan mengenakan tanda pengenal dari Lapas Sukamiskin. Satu lagi berjaket kuning dan satu orang sopir.

“Menghadiri undangan pernikahan anaknya. Yang bersangkutan izin luar biasa, keluar sudah melalui prosedur yang ditetapkan,” kata Abdul Karim, kepada wartawan, di Lapas Sukamiskin, Bandung, Senin (24/9/2019).

Abdul Karim menjelaskan, izin yang diberikan kepada LHI, hanya berlaku satu hari. Berangkat Sabtu 21 September pagi, pulang selesai Sholat Magrib.

Abdul Karim kembali menegaskan, izin luar biasa untuk menghadiri pernikahan anak itu diajukan oleh LHI sendiri.

“Dia menyampaikan bahwa ada anaknya yang menikah kemudian surat pengajuan disampaikan. Lalu kami tindak lanjuti dengan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP)‎ yang anggotanya pejabat di Lapas Sukamiskin,” kata dia.

Abdul Karim menerangkan, karena pengajuannya sesuai dengan prosedur tetap (protap), yaitu ada ketentuan izin untuk orangtua sakit, orangtua meninggal, atau menjadi wali nikah, maka sidang TPP memutuskan izin yang diajukan LHI diberikan.

Terkait siapa yang mengawal LHI saat tiba di Lapas Sukamiskin, Abdul Karim menerangkan ada dari petugas lapas dan ada polisi.

“Iya betul, ada dari kami, dari polisi juga ada. Jadi ada tiga orang dari kami‎ yang mengawal. Kendaraan juga dari sini,” kata Abdul.

Lutfi Hasan Ishaaq adalah mantan Presiden PKS. Dia divonis bersalah karena menerima suap terkait pengurusan kuota daging impor di Kementerian Pertanian.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukumnya dengan pidana penjara selama 16 tahun. Oleh hakim di Pengadilan Tinggi dikuatkan tetap 16 tahun.

Namun oleh majelis hakim di Mahkamah Agung justru diperberat menjadi 18 tahun penjara. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Bantu Amankan Pilkades Serentak, Satlinmas Rembang Ikuti Apel Siaga

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kang Emil Minta Jokowi-Ma’ruf Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Published

on

Gubenur Jabar Ridwan Kamil / Ist
Continue Reading

Daerah

Terancam Roboh, Jembatan Noebunu Perlu Segera Diperbaiki

Published

on

Jembatan Noebunu yang terancam roboh bila tidak segera diperbaiki. (Foto: Realitarakyat.com/sim)
Continue Reading




Loading…