Connect with us

Kesehatan

Ini Risikonya Bila Anda Terlalu Sering Konsumsi Mie Instan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Mie instan, tergolong makanan pavorit bagi masyarakat Indonesia. Selain mudah dimasak, mie instan juga dinilai sebagai makanan yang cukup lezat untuk dikonsumsi. Bahkan, di negara tertentu, seperti Tiongkok, Hong Kong, Nigeria, China, Jepang, termasuk Indonesia, mie instan kerap dijadikan sebagai santapan pilihan bagi keluarga.

Namun di balik itu, mie instan merupakan jenis makanan yang masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia, terlebih bila mie instan dijadikan sebagai pengganti makanan utama pada setiap harinya.

Mengapa berbahaya?

Dilansir dari Next Shark, warga dari 52 negara di seluruh dunia setidaknya mengonsumsi 97,7 juta porsi mie instan setiap tahunnya. Negara yang paling banyak mengonsumsi mie instan adalah Tiongkok, Hong Kong, dan Indonesia. Setelahnya warga dari Amerika Serikat juga tergolong suka mengonsumsi makanan yang sebenarnya bisa digolongkan dalam junk food ini.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Baylor University dan Harvard University yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, menghasilkan fakta mengejutkan bahwa jika Anda rutin mengonsumsi mie instan, maka risiko untuk terkena penyakit jantung dan stroke bisa meningkat dengan signifikan.

Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa pola makan 11 ribu warga Korea Selatan dengan usia 19 hingga 64 tahun. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa wanita dari Negeri Ginseng memiliki risiko tinggi terkena sindrom metabolik akibat kebiasaan mengonsumsi mie instan terlalu sering.

Berikut 10 risiko bagi kesehatan Anda bila terlalu sering mengkonsumsi mie instan.

1. Berisiko kanker
Bahaya mie instan memberi tekanan pada sistem pencernaan, memaksanya untuk mencerna mie yang sudah diproses selama berjam-jam. Bahaya makan mie instan juga dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Karena makanan disimpan di dalam tubuh selama akibat pencernaan yang lambat, bahan kimia beracun dan pengawet dipertahankan di dalam tubuh, sering mengarah pada paparan berlebihan dari Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ).

Sementara TBHQ dan BHA digunakan dalam produk untuk membuat mie dapat digunakan lebih lama (dan berarti kita dapat menyimpannya di rak selama berbulan-bulan pada suatu waktu), kedua bahan kimia tersebut sebenarnya bersifat karsinogenik. Ini berarti bahwa mereka dapat menyebabkan kanker, dan bahkan dapat menyebabkan asma, kecemasan dan diare jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Chinese restaurant syndrome
Bahaya makanan jenis ini lebih mirip keracunan. Hal ini disebabkan oleh Monosodium glutamate (MSG) yang terdapat pada bumbu mie instan. Ada beberapa orang yang tidak tahan dengan MSG, lalu kemudian merasa pusing dan sesak napas. Namun penyakit ini tidak terlalu fatal, karena akan sembuh setelah 2-3 jam kemudian.

3. Kerusakan jaringan otak
Mengonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Efek terlalu sering makan mie instan kemungkinan akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.

4. Berisiko keguguran
Bahaya makan mie terlalu sering pada sejumlah wanita hamil berisiko mengalami keguguran, hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan dapat memengaruhi perkembangan janin.

5. Gangguan metabolisme
Efek makan mie instan jangka panjang dapat memengaruhi metabolisme tubuh, hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mie.

6. Kerusakan organ
Mie instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mie dari pengeringan dengan mempertahankan kelembapan. Bila sering makan mie instan, tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Efek makan mie instan menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

7. Obesitas
Mie instan adalah salah satu penyebab utama obesitas, kurangi bahkan perlahan menghindari makan mie instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium, karena dampak makan mie instan menyebabkan retensi air dalam tubuh.

8. MSG
Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mie, sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka bahaya makan mie akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

9. Tinggi natrium
Mie instan juga mengandung sejumlah natrium yang tinggi, kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindarilah bahaya mie instan dengan tidak berlebihan mengonsumsi mie.

10. Junk food
Mie instan hanya dianggap sebagai junk food dan tidak dapat menggantikan makanan bernutrisi, hal ini karena mie instan mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak mengandung vitamin, mineral atau serat. Mie instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Karena padat kalori, bahaya mie instan berdampak negatif pada kesehatan bila terlalu sering makan mie instan.

Lalu apakah Anda tidak boleh mengkonsumsi mie instan?

Tidak juga. Jika Anda ingin sesekali menikmati semangkuk mie instan, ada cara untuk membuatnya lebih sehat. Memilih mie instan yang terbuat dari biji-bijian utuh, misalnya, dapat meningkatkan kandungan serat dan mengenyangkan.

Mie instan rendah sodium mungkin tersedia di supermarket dan dapat membantu menurunkan asupan natrium harian.

Anda juga mengonsumsi mie instan dengan menambahkan beberapa bahan yang sehat, seperti sayuran sawi, tomat dan sayur lainnya. Anda juga bisa menambahkan telur.

Cara Masak Mie yang Sehat dan Enak
Setelah mengetahui apa saja bahaya mie instan, bukan berarti Anda tidak bisa menyantapnya lagi. Anda bisa menyiasatinya dengan mengetahui cara membuat atau memasak mie yang sehat dan tetap enak. Ini resepnya:

1. Mie wortel dan edamame yang penuh protein

Sebagai pengganti mie instan, cara ini dijamin sehat. Buatlah mie yang terbuat dari wortel. Anda harus mengunakan spiralizer (alat pemotong sayur) – alat untuk membuat mie dari wortel. Buatlah semangkuk mie dari wortel, kemudian masak bersama dengan edamame dan tambahkan bumbu sesuai selera. Masaklah sedikit lebih lama dari mie instan, kecuali Anda lebih menyukai tekstur yang lebih renyah.

Jika Anda tidak memiliki spiralizer, Anda dapat mengiris wortel menggunakan parutan.

2. Mie toping sayur bayam dan jagung
Tambahkan sayuran sebagai toping mie. Cara ini akan membantu Anda merasa lebih cepat kenyang tanpa kalori ekstra.

Tambahkan mie Anda dengan sayuran sehat seperti bayam yang bermanfaat sebagai antioksidan. Anda juga bisa menambahkan kacang dan lentil untuk meningkatkan protein, dan tambahkan jagung matang untuk serat dan antioksidan.

Tambahkan ramuan beraroma bukan saus berat. Dengan memasukkan makanan yang kaya rasa dan sehat ke dalam pasta, Anda dapat membuat hidangan lebih beraroma tanpa perlu saus yang berat dan berkalori tinggi untuk membuatnya lezat. Bahan alami yang benar-benar kuat seperti rosemary, sage, peterseli, thyme, kemangi, dan basil adalah pilihan yang baik untuk menambahkan rasa. Cobalah menambahkan bubuk ketumbar segar atau peterseli sesaat sebelum disajikan untuk sentuhan hijau dan rasa yang enak.

3. Tambahkan ramuan beraroma pengganti saus
Anda dapat memasukkan makanan yang kaya rasa dan sehat ke dalam mie, dengan membuat hidangan lebih beraroma tanpa perlu saus yang berkalori tinggi. Bumbu yang benar-benar beraroma kuat seperti rosemary, peterseli, kemangi, daun bawang, dan basil adalah pilihan yang baik untuk menambahkan rasa. Atau cobalah menambahkan ketumbar yang dihaluskan atau peterseli sesaat sebelum disajikan untuk sentuhan hijau dan rasa yang enak. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Kesehatan

Obat Ranitidin Ditarik, Ini Daftar Penggantinya

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Obat-obatan Bukan Pilihan Terbaik Atasi Gejala Agitasi Demensia

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Koperasi Perikanan Diharapkan Ikut Berperan Atasi Stunting

Published

on

Continue Reading




Loading…