Connect with us

Nasional

Pemberian Gelar Putra Reformasi ke Jokowi Akal-akalan Panitia Dies Natalis?

Published

on

Surat rencana penganugerahan gelar Putra Reformasi kepada Presiden Jokowi. (Foto:Ist/Net)

Jakarta, Realitarakyat.com – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menyebutkan, bisa saja gelar Putera Reformasi yang akan diberikan Universitas Trisakti kepada Presiden Joko Widodo, adalah akal-akalan panitia dies natalis.

“Saya kaget membaca surat tersebut. Atau lebih jauhnya, kaget mengetahui niat tersebut. Sejauh ini, pihak kampus belum lakukan klarifikasi. Ini mencurigakan. Dalam arti, saya curiga ini memang akal-akal panitia Dies Natalies Usakti untuk kasih gelar Putera Reformasi ke Presiden,” katanya, Minggu (22/9).

Harusnya, kata Haris, universitas tersebut menagih negara atas utang reformasi. Seperti penuntasan atau penegakan hukum atas kasus 12 Mei 1998. Dan sebagai lembaga pendidikan tinggi, lanjutnya, Trisakti harusnya menjadi garda dan tiang nalar kenegaraan bagi masyarakat.

“Dan bukan menutup diri dalam proses lalu tiba-tiba memberi gelar kepada Presiden tanpa ukuran yang jelas. Sebagai alumni dan dosen Fakultas Hukum Usakti, saya merasa sedih, prihatin dan marah,” ujarnya.

Sebab, niat itu dilancarkan tanpa standar moral dan nilai hukum jelas. Apalagi Ketua Dies Natalies tahun ini adalah Dekan FH Usakti. “Kok bisa-bisanya dia luput dengan nilai tersebut,” sesalnya.

 

Kualitas Menurun

Situasi itu menurutnya tidak lepas dari kekacauan di dalam Trisakti. Ada konflik antara yayasan dan rektorat yang berkepanjangan. Kondisi itu juga membuat kualitas universitas menurun.

“Sehingga, kampus mencari cara yang pragmatis untuk cari popularitas dengan memberikan gelar Putera Reformasi ke presiden dengan cara diam-diam. Namun begitu niat tersebut diketahui publik, mereka bingung apa dan bagaimana justifikasinya,” tegas Haris.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Trisakti (Ika Usakti) Jakarta Ahmad Kurniawan membantah hal itu. Menurut Ahmad, pihaknya ingin  memberikan gelar doktor honoris causa atau doktor kehormatan bidang ekonomi atau teknik sipil kepada Jokowi.

“Hal itu karena Jokowi dianggap berhasil membangun sejumlah infrastruktur utama penunjang perekonomian di sejumlah daerah dari Sabang sampai Merauke. Saya kaget, kok yang muncul adalah rencana pemberian gelar ‘Putra Reformasi’ untuk Jokowi,” tuturnya.

Setelah pihaknya mengkonfirmasi, dia menduga ada oknum. Selain itu, dia menduga rektor sedang tidak fokus. Seperti diketahui, beredar surat berkop Universitas Trisakti yang ditujukan kepada Menteri Sekretaris Kabinet tentang rencana pemberian gelar Putera Reformasi kepada Presiden Jokowi dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-54 Universitas Trisakti.

Penghargaan dipersembahkan kepada Jokowi atas karya dan keberhasilannya dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi, yang diawali dari peristiwa 12 Mei 1998 di kampus Universitas Trisakti. Nama Rektor Universitas Trisakti Prof Dr Ali Ghufron Mukti tampak dicantumkan dalam surat itu, lengkap dengan tanda tangan dan stempel rektor.[sas]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

AKD DPR RI Terbentuk, Fraksi PDIP Dapat Posisi Ketua di Tiga Komisi

Published

on

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: ist/net)
Continue Reading

Nasional

Posisi Wakil Menteri Diharapkan dari Kalangan Profesional

Published

on

Direktur Eksekutif Indostrategi Arif Nurul Imam. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Nasional

PKS Jadi Opsisi, Pengamat: Daya ‘Gedor’ Mardani Ali Sera Belum Setara Fahri Hamzah

Published

on

Pengamat politik Ujang Komarudin. (foto: ist/net)
Continue Reading




Loading…