Connect with us

Daerah

Korban Pengeroyokan Masih Rasakan Sakit dan Trauma

Published

on

Hj. Nurhidayah Cowanih tunjukan luka yang masih terasa sakit akibat pengeroyokan. (Foto: Realitarakyat.com/Wisnu Yusep)

Bekasi, Realitarakyat.com – Meski pengeroyokan yang dialami oleh Hj. Nurhidayah Cowanih sudah terjadi lima bulan lalu, namun masih meninggalkan bekas. Hingga kini, punggung kanannya masih merasakan sakit akibat pukulan benda tumpul.

Demikian pula dengan pipi kanannya, yang masih terlihat bekas cakaran yang dilakukan oleh SR alias Y dan anak-anaknya, NH, AH dan NA. “Punggung sampai sekarang masih sakit. Ini di pipi masih ada bekas cakaran,” kata Nurhidayah ketika ditemui Realitarakyat.com, Minggu (22/9).

Aksi pengoroyokan yang dilakukan Y dan anak-anaknya itu juga membuatnya trauma. Terlebih, selama beberapa bulan ini dirinya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

“Setelah dianiaya, saya beberapa bulan gak bisa bangun. Sekarang saja saya masih merasakan pusing-pusing bekas pukulan anak-anak Y,” ujarnya. Ibu tiga anak itu lalu menceritakan, awal mula kejadian kekerasan yang dialaminya.

“Saat itu saya hendak ke rumah ibu mertua di wilayah Kelurahan Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saat akan memasuki gerbang rumah mertua, saya langsung diserang oleh Y yang merupakan istri kedua suami saya,” ungkapnya.

Nurhidayah mengaku tidak tahu saat dirinya tiba-tiba diserang oleh Y. Demikian pula dengan anak-anak Y, yang langsung ikut menyerangnya. Nurhidayah yang saat itu datang ke rumah mertuanya itu bersama dengan anak pertamanya, juga mengalami kekerasan oleh Y dan anak-anaknya.

 

Baca juga:  Anak Korban Pertanyakan Kelanjutan Kasus Pengeroyokan https://www.realitarakyat.com/2019/09/22/anak-korban-pertanyakan-kelanjutan-kasus-pengeroyokan/

 

“Anak saya sampai pingsan ketika dipukul oleh sapu yang dibawa anak-anak korban,” imbuh Nurhidayah. Meski sudah melaporkan tersebut ke Polsek Tambun, namun Nurhidayah mengaku sampai saat ini belum mendapatkan tindak lanjut penanganan kasus tersebut.

“Saya tidak tahu. Sebab setelah melaporkan kasus itu, sampai sekarang belum ada laporan tindak lanjut dari kepolisian,” tuturnya. Sementara anak Nurhidayah, Ida Laila mengaku, ketika peristiwa itu terjadi dirinya ikut bersama ibunya menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh Y dan anak-anaknya.

“Saya ikut dipukul dan ketika itu saya pingsan,” ungkapnya. Oleh karena itu, Ida meminta Polsek Tambun memberikan kejelasan. Terlebih, sampai saat ini belum ada laporan mengenai tindak lanjut kasus tersebut. “Apakah memang dihentikan atau dilanjutkan? Karena sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ucapnya.[sas]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Resmi Ditutup, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Dijadikan Wisata Religi

Published

on

Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Semarang / Ist
Continue Reading

Daerah

Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Pati Jalin Sinergitas Dengan Ponpes

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dishub Paluta dan Satlantas Polsek Padangbolak Gelar Sosialisasi Gakum Berlalulintas

Published

on

Continue Reading




Loading…