Connect with us

Daerah

Diapresiasi, Swasta yang Kembangkan Pendidikan di Daerah 3T

Published

on

Mendikbud Muhadjir Effendy saat membagikan sembilan unit komputer tablet, yang didalamnya sudah terdapat Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan aplikasi Rumah Belajar di Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: Kemendikbud)

Natuna, Realitarakyat.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mengapresiasi pihak swasta yang telah membantu pemerintah. Khususnya dalam melakukan pengembangan pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (daerah 3T).

“Kepedulian terhadap pendidikan ini bukan hanya dari pemerintah saja. Akan tetapi, peran serta masyarakat sangat diperlukan,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy saat meresmikan SMP Negeri 3 Satu Atap di desa Segeram, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, baru-baru ini.

Selain meresmikan SMP Negeri 3 Satu Atap, Mendikbud juga meresmikan perpustakaan yang dibangun oleh Yayasan Tunas Bakti Nusantara dan sekaligus membuka kegiatan Bakti Nusantara 2019.

Pihak swasta yang juga turut membantu pengembangan pendidikan di Desa Segeram adalah Medco E&P Natuna, Bosch Indonesia dan Wardah. Pada tahun ini, mereka memberikan bantuan berupa hibah lahan, pembangunan sekolah, laboratorium, perpustakaan, laptop dan buku serta pelatihan para guru.

“Pembangunan infrastruktur sekolah, perpustakaan dan sumber daya manusia, tidak dapat dilakukan secara cepat tanpa keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Selama ini, pendidikan di daerah 3T dilakukan wilayahnya yang terpencil, populasi siswa yang sangat sedikit dan para siswa ingin belajar harus keluar daerah serta sangat jauh. Hal itu menjadi tidak efisien.

“Sehingga, diperlukan solusi untuk menanganinya melalui sekolah Satu Atap. Atau, sekolah berasrama bagi siswa yang jauh dari sekolah,” tandasnya.

 

Pendidikan Kesetaraan

Mendikbud menambahkan, Sekolah Satu Atap masih diperuntukkan untuk memberikan layanan pendidikan pada jenjang SD dan SMP. Sedangkan untuk jenjang SMA, solusinya adalah Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C.

“Kita anggap anak yang sudah tamat SMP sudah bisa belajar mandiri. Pada aspek pembentukan karakter, dipandang sudah cukup. Sehingga, hanya ditekankan pada aspek keterampilan dan pengetahuan,” tegasnya.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika Sekolah Satu Atap bisa untuk jenjang SMA, tetapi selama ini masih untuk tingkatan SD dan SMP. Pada kesempatan itu, Mendikbud membagikan sembilan unit komputer tablet, yang didalamnya sudah terdapat Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan aplikasi Rumah Belajar.

Komputer tablet tersebut diberikan kepada para guru guna membantu mereka dalam melakukan aktivitas belajar mengajar. “Saya berharap, Kabupaten Natuna dapat menjadi contoh digitalisasi yang baik bagi daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia,” tukasnya.[sas]

Loading...
Loading...
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Diapresiasi, Swasta yang Kembangkan Pendidikan di Daerah 3T – realitarakyat Via Dwi Nurwidianto – berita pendidikan

Leave a Reply

Daerah

Resmi Ditutup, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Dijadikan Wisata Religi

Published

on

Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning Semarang / Ist
Continue Reading

Daerah

Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Pati Jalin Sinergitas Dengan Ponpes

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dishub Paluta dan Satlantas Polsek Padangbolak Gelar Sosialisasi Gakum Berlalulintas

Published

on

Continue Reading




Loading…