Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Anak Korban Pertanyakan Kelanjutan Kasus Pengeroyokan

Published

on

Jadi korban pengeroyokan, Hj, Nurhidayah Cowanih mengalami lebam dan bagian bawah kelopak matanya berdarah. (Foto: Istimewa)

BAP Laporan Penganiayaan (Foto: Realitarakyat.com/Wisnu Yusep)

Bekasi, Realitarakyat.com – Pirmansyah Suhendar mempertanyakan tindaklanjut penanganan kasus tindak pidana pengeroyokan yang dialami ibu kandungnya, Hj. Nurhidayah Cowanih. Padahal, Pirman sudah melaporkan kejadian tersebut pada ke Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 19 April lalu.

“Peristiwa ini bermula ketika ibu saya hendak ke rumah nenek (mertua Hj Nurhidayah). Sesampainya di sana, ibu saya mengalami tindak kekerasan. Bahkan muka ibu saya berdarah-darah akibat dianiaya pelaku,” kata Pirman.

Namun, sudah hampir lima bulan sejak peristiwa itu terjadi, warga Kampung Bendungan, RT 001/013, Kelurahan Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara tersebut belum mendapatkan kejelasan perihal perkara. Padahal, semua saksi termasuk korban, sudah menjalani pemeriksaan dan dibuat Berita Acara Pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

“Pelaku penganiayaan itu merupakan ibu tiri saya, yang saat ini tinggal bersama dengan nenek. Tanpa alasan yang jelas, dia (ibu tiri) menyerang ibu saya yang mengakibatkan korban mengalami lebam dan berdarah,” ujarnya.

Pirman menambahkan, dirinya tahu persis kejadian tersebut. Saat itu, dia dan ibunya hendak membezuk neneknya yang sedang dalam kondisi sakit. Tapi, tiba-tiba dia ibu tirinya menyerang begitu saja.

“Tak berhenti sampai di situ. Pelaku lantas meminta bantuan anak-anaknya untuk melakukan penyerangan terhadap ibu saya. Alhasil, ibu dikeroyok secara membabi buta oleh ibu tiri dan anak-anaknya,” ucapnya.

 

Meminta Bantuan

Bahkan ketika itu, ibu tirinya berteriak kepada anak-anaknya untuk mengambil sapu. Akibat pengeroyokan itu, membuat bagian bawah kelopak mata ibunya berdarah-darah.

“Atas kejadian itu, kami membawa kasus penganiayaan tersebut ke pihak yang berwajib serta memberikan bukti visum. Dalam surat tanda penerimaan laporan dengan nomor: B/432-Tb/STPL-1/IV/2019/Polsek yang ditandatangani Aiptu Setiyarso, disebutkan pelaku bernama SR alias Y,” ungkapnya.

Baca Juga :   Akibat Angin Kencang Rumah Warga Tertimpa Pohon

Setelah melaporkan kejadian itu, pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi. Yaitu yang terdiri dari dirinya, kakak dan pihak RT setempat. Namun hingga kini, Pirman belum menerima tindak lanjut dari perkara yang ditangani oleh Polsek Tambun.

“Kami menyesalkan karena sampai saat ini tidak ada kejelasan perihal kasus tersebut. Padahal, kejadian ini sudah lama sekali. Tidak ada kepastian, apakah ditindaklanjuti atau tidak. Kalaupun ditindaklanjuti, seperti apa kejelasannya,” imbuh Pirman.

Karenanya, dia berharap Polsek Tambun yang menangani perkara tersebut, bersikap  bersikap independen dan tetap menindaklanjutinya. Sehingga, kasus tersebut bisa segera tuntas.

“Bila memang dihentikan, apa alasanya? Kami selaku anak korban tentunya tidak akan terima. Siapapun orangnya, bila ibunya disakiti oleh orang lain tidak akan terima,” tegasnya.[sas]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Tuntut Jasa BPJS, Dokter RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai Mogok Kerja

Published

on

Continue Reading

Daerah

Oknum Guru Pukul Murid di NTT

Published

on

Korban Pemukulan Oknum Guru Yulce Bia dan Ayahnya, Anderias Bia/Ist
Continue Reading

Daerah

DPRD Jabar Boleh Bentuk AKD tanpa Menunggu Tatib Disahkan

Published

on

Ketua Panitia Khusus Tata Tertib (Tatib) DPRD Jabar Daddy Rohanady. (Foto: Realitarakyat.com/Achmad Ariesmen)
Continue Reading




Loading…