Connect with us

Luar Negeri

Pasca Serangan Kilang Minyak, Arab Saudi Minta AS Kirim Pasukan ke Wilayah Teluk

Published

on

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper

Jakarta, Realitarakyat.com – Insiden serangan terhadap dua fasilitas kilang minyak milik Aramco di Arab Saudi pada akhir pekan lalu. Iran dituding berada di belakang aksi serangan yang menyebabkan terganggunya pasokan minyak dunia itu, meski kelompok gerilyawan Yaman, Houthi, telah mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Atas kejadian itu, Arab Saudi meminta Amerika Serikat untuk mengirimkan pasukan ke wilayah Teluk sebagai langkah antisipasi terjadinya eskalasi lebih lanjut di kawasan Teluk, di mana Iran sempat menembak jatuh pesawat drone mata-mata AS dan menahan sebuah kapal tanker berbendera Inggris.

“Demi mencegah eskalasi lebih lanjut, Arab Saudi meminta dukungan internasional untuk membantu melindungi infrastruktur penting milik kerajaan. Uni Emirat Arab juga telah meminta bantuan,” kata Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, Jumat (20/9/2019).

“Menanggapi permintaan kerajaan (Uni Emirat arab), presiden telah menyetujui penempatan pasukan AS yang akan bersifat defensif (bertahan), dan terutama berfokus pada pertahanan udara dan rudal,” tambah Esper.

Sementara Kepala Staf Gabungan Joe Dunford mengatakan, penempatan pasukan bala bantuan AS kali ini, akan lebih bersifat moderat.

Pentagon juga tidak merinci besarnya kekuatan pasukan yang akan dikirim AS ke Teluk, baik dari jenis peralatan maupun jumlah pasukan. Namun disebutkan bahwa jumlah pasukan yang akan dikirim kurang dari ribuan.

Sebagaimana diberitakan, telah terjadi serangan drone dan rudal yang menghancurkan dua fasilitas kilang minyak milik perusahaan Aramco di Arab Saudi, pada Sabtu (14/9/2019) dini hari.

Kelompok Houthi di Yaman telah mengklaim serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai balasan atas Arab Saudi yang telah terlibat dalam peperangan di negaranya sejak 2015.

Namun Washington dan Riyadh menolak klaim tersebut dan meyakini bahwa Teheran turun berperan dalam serangan terhadap kilang minyak Aramco itu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga telah menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, terkait dengan serangan di Arab Saudi. Melalui Departemen Keuangan, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap bank sentral Iran, yang disebut terberat yang pernah dijatuhkan AS kepada suatu negara. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Kesehatan

Korban Meninggal Virus Corona Capai 106 Orang

Published

on

Continue Reading

Luar Negeri

Masyarakat Lebanon Lempari Aparat Dengan Batu

Published

on

Continue Reading

Luar Negeri

Australia Desak Warganya Tak Kunjungi Hubei China

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending