Connect with us

Kesehatan

Inilah Tips Menghindari Gagal Jantung

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Penyebab kematian paling tinggi di dunia, salah satunya adalah penyakit jantung. Tak heran bila penyakit yang satu ini kerap menjadi pusat perhatian para medis dimana pun, termasuk di Indonesia. Karenanya, masyarakat selalu dihimbau untuk selalu menjaga kesehatannya agar tidak mengalami gagal jantung.

Dikutip dari Mayo Clinic, gagal jantung terjadi ketika jantung tidak berfungsinya pompa darah di dalam tubuh manusia sebagaimana mestinya. Gejala gagal jantung, kerap kali tak disadari oleh manusia. Seperti sesak napas, pembengkakan ekstremitas di kaki atau pergelangan kaki, batuk kronis, sering lelah, nafsu makan berkurang, dan adanya denyut nadi yang tidak normal.

Seseorang yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau serangan jantung, lebih berisiko untuk mengalami gagal jantung, karena otot-otot jantung melemah.

Lantas, kalau sudah divonis gagal jantung, hal apa saja yang dapat dilakukan untuk terus menjaga kesehatan jantung?

Berikut penjelasan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus wakil ketua ASEAN Federation of Cardiology Congress (AFCC), dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, terkait menjaga kesehatan jantung meski sudah divonis gagal jantung.

1. Tetap kontrol dan berobat ke dokter.
2. Terus konsumsi obat secara kontinyu. Jangan sampai berhenti konsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter.
3. Pastikan tetap ada aktifitas fisik seperti olahraga. Namun, olahraga yang dipilih baiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.

Olahraga yang sesuai biasanya yang tidak terlalu memerlukan aktifitas fisik yang berat, seperti jalan, berenang, dan bersepeda.

Selain berolahraga, untuk menjaga kesehatan jantung juga menjaga pola makan yang sehat, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi. Karena, penyakit jantung ditandai penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri kemudian dapat menyumbat arteri.

Untuk itu, jauhi makanan pemicu dan atur pola makan yang sehat supaya terhindar dari penyakit degeneratif ini.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut 10 makanan yang harus dihindari karena tak baik untuk kesehatan jantung.

1. Gula, garam, dan lemak
Semakin banyak mengonsumsi garam, gula, dan lemak, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Mulailah untuk menguranginya dalam makanan Anda. Makan sayur dan buah untuk mengimbangi nutrisi tubuh.

2. Daging olahan
Makanan seperti hot dog, sosis, bacon, dan nugget berpotensi menyebabkan jantung menjadi tidak sehat. Ini disebabkan tingginya garam, kalori, dan lemak jenuh dalam makanan olahan itu. Jika mengonsumsinya secara berlebihan tentu akan meningkatkan peluang serangan jantung dan stroke.

3. Daging merah
Daging merah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

Daging merah pada sapi, domba, atau babi memproduksi lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Soda
Sering tak disadari bahwa sumber tambahan gula terbesar bukan dari makanan, tetapi dari minuman seperti soda. Soda mengandung banyak pemanis buatan yang bahaya menyebabkan diabetes. Orang yang sering minum soda juga cenderung mengalami obesitas dari berat normalnya.

5. Kue
Beberapa kue yang dipanggang seperti kukis dan muffin biasanya mengandung tinggi gula dan lemak jenuh (seperti mentega atau minyak sawit) dan lemak trans. Mereka yang sering mengonsumsi makanan ini akan berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

6. Mi instan
Meskipun enak dan cepat disajikan, sering makan mi instan akan meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik. Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

7. Pizza
Sebagian pizza bisa menjadi makanan yang menyehatkan jika diolah dengan benar. Tapi kebanyakan, pizza diolah dengan jumlah sodium, lemak serta kalori tinggi. Tentu hal ini dapat meningkatkan risiko alami gangguan jantung.

8. Alkohol
Alkohol adalah jenis minuman yang harus dihindari penderita darah tinggi. Namun meski tubuh normal dan kadar trigliseridanya tak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menaikkan tekanan darah, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan.

9. Mentega
Sering mengonsumsi mentega yang mengandung lemak jenuh tinggi, dapat meningkatkan kolesterol jahat yang memicu penyakit jantung. Agar aman, pilihlah margarin yang lembut dan tidak mengandung minyak yang terhidrogenasi, atau gunakan minyak zaitun sebagai gantinya.

10. Kentang goreng
Menu kentang goreng di restoran cepat saji tentu mengandung banyak garam dan lemak.

Selain itu, metode penggorengan konvensional yakni deep fry menghasilkan lemak trans yang terbukti meningkatkan jenis kolesterol jahat dan menurunkan jenis lemak yang baik. Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang meninggal lebih awal karena serangan jantung. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Kesehatan

Obat Ranitidin Ditarik, Ini Daftar Penggantinya

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Obat-obatan Bukan Pilihan Terbaik Atasi Gejala Agitasi Demensia

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Koperasi Perikanan Diharapkan Ikut Berperan Atasi Stunting

Published

on

Continue Reading




Loading…