Connect with us

Nasional

Dinantikan Umat Islam, UU Pesantren Dinilai Monumental

Published

on

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini. (foto Realitarakyat.com/franc lumintang)

Jakarta, Realitarakyat.com – Rancangan Undang-undang Pesantren dinilai memiliki subtansi menguatkan keberpihakan negara kepada pesantren sebagai soko guru pendidikan nasional dan benteng penjagaan akhlak moralitas bangsa.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, dalam keteranganya yang diterima wartawan, Kamis (19/9/2019).

PKS, kata dia, yang merupakan partai pengusung RUU Pesantren, menilai bahwa lahirnya RUU tersebut sangat monumentasi dan dinantikan oleh para ulama, ormas dan tentunya umat Islam. Sejatinya, kata dia, pesantren merupakan soko guru pendidikan nasional yang lahir dari rahim ulama dan ormas-ormas Islam.

“Keunikan, kekhasan, dan kekhususan karakter, serta kurikulum pesantren yang ada dan beragam menjadi kekayaan bangsa,” ujar dia.

Fraksi PKS, lanjut dia, berjuang keras untuk memasukkan aspirasi seluruh ulama dan ormas Islam terkait dengan keberagaman pesantren di Indonesia. Sehingga, Fraksi PKS mengusulkan secara eksplisit agar semuanya terakomodasi dalam RUU dan kewajiban negara untuk memberikan dukungan optimal baik dari sisi kebijakan, pembinaan, sarana prasarana, dan anggaran.

Fraksi PKS dalam pendapatnya menegaskan, pesantren terdiri atas:
(a) Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengajian kitab kuning;
(b) Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin;
(c) pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum.

“Poin (a) untuk mengakomodasi usulan dan kekhasan pesantren NU. Poin (b) untuk mengakomodasi pesantren bercorak khusus, seperti Gontor dan sejenisnya, serta poin (c) untuk mengakomodasi karakter pesantren lain di luar dua corak sebelumnya, yang baru-baru ini diusulkan oleh Muhammadiyah dan beberapa ormas lain,” katanya.

Dia pun bersyukur dalam rapat kerja penyampaian pendapat akhir minifraksi pada hari Kamis (19/9) rumusan usulan Fraksi PKS itu disetujui masuk RUU. Dia berharap keberadaan UU Pesantren menjadikan pesantren di Indonesia makin berkualitas sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, agama, dan peradaban. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Komunitas Ojek Online: Nadiem Makarim Lebih Dibutuhkan untuk Masyarakat Luas

Published

on

Calon Menteri di Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Nadiem Makarim / Net
Continue Reading

Nasional

Prabowo Bakal Masuk Kabinet Kerja Jilid II

Published

on

Prabowo sambangi Istana Negara Senin (21/10/2019) / Twitter
Continue Reading

Nasional

Tak Bertemu Jokowi, Bupati Minahasa Gagal Jadi Menteri?

Published

on

Bupati Minahasa Christiany Eugenia Tetty Paruntu / Net
Continue Reading




Loading…