Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Fahri Hamzah Desak Kapolda NTB Usut Kematian Zainal Abidin

Published

on

Wakil Ketua DPR Bidang Kesra, Fahri Hamzah

Jakarta, Realitarakyat.com – Kasus kematian Zainal Abidin (28 tahun), pelaku pemukulan anggota Polri di Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat, Fahri Hamzah.

Fahri mendesak Kapolda NTB dan jajaran di bawahnya, untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menemukan pelaku yang sesungguhnya apabila memang kematian ZA tersebut akibat penganiayaan atau kekerasan.

Bila ditemukan ada unsur penganiayaan atau kematian ZA dianggap tidak wajar, maka aparat penegak hukum harus mengusutnya, terlebih bila ada anggota kepolisian yang terlibat. Kapolda atau Kapolres setempat, menurut Fahri, jangan ada kesan melindungi anggotanya.

“Setiap kematian tidak wajar warga negara, harus diusut tuntas. Temukan pembunuhnya dan hukum sesuai aturan yang ada,” ujar Fahri, kepada Realitarakyat.com, Selasa (17/9/2019).

Sebagaimana diketahui, Kapolda NTB, Irjen (Pol) Nana Sudjana, telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini. Dia berjanji, siapa pun yang bersalah akan tindak. Bahkan, anggotanya yang terlibat perkelahian dengan Zainal Abidin, sudah menjalani pemeriksaan Propam.

“Kami telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini. Siapa pun yang bersalah pasti kami tindak. Anggota yang terlibat perkelahian dengan Zainal Abidin sedang diperiksa Propam,” kata Kapolda, sebagaimana dikutip kabarpolisi.com, kemarin.

Kapolda juga menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Menurut dia, Kamis tanggal 5 September 2019 sekitar Pukul 16.00 Wita, Satlantas Polres Lotim melaksanakan Operasi Patuh di wilayah Lombok Timur, dan mengamankan sejumlah barang bukti ranmor yang telah ditilang, salah satunya yang dikendarai oleh Ihsani Juni Saputra.

Rupanya, penilangan yang dilakukan anggota Polri ini berbuntut panjang. Sekitar pukul 21.00 WITA, datang seseorang yang kemudian diketahui bernama Zaenal Abidin bersama dengan Ihsani Juni Saputra ke kantor Satlantas Polres Lotim untuk menanyakan sepeda motor miliknya yang telah ditilang karena melakukan pelanggaran.

Baca Juga :   Fahri Hamzah Kritik KPAI: Itu yang Nggak Sekolah Diurusin

“Saat itu, kedatangan Zainal Abidin dan Ihsani Juni Saputra, diterima baik oleh anggota piket Bripka Nuzul Huzaen dan Aiptu Wayan Merta. Namun dengan nada keras, Zainal Abidin bertanya tentang kendaraannya,” kata Irjen Nana.

Walaupun dalam keadaan emosional, pelaku sempat ditenangkan anggota piket, tetapi pelaku malah langsung memukul serta menggigit jari telunjuk kanan Bipka Nurul Huzaen dan mencoba membantingnya.

Aiptu Wayan mencoba melerai. Namun pelaku makin melakukan perlawanan, sehingga dengan spontan kedua anggota Polri melakukan pembelaan yang kemudian dibantu juga oleh rekan piket lain, Briptu Bagus Bayu.

“Anggota kami murni ingin menenangkan pelaku yang sedang emosi tinggi. Namun pelaku tetap melawan,” ujar Kapolda menambahkan.

Saat pelaku dilumpuhkan, pelaku akhirnya didorong dan terjatuh di lapangan apel kantor Satlantas. Akhirnya diamankan dan dibawa ke kantor Satreskrim polres Lotim untuk diambil keterangan.

Saat Pelaku diperiksa di ruangan Satreskrim Polres Lotim, pelaku tiba-tiba jatuh pingsan. Kemudian oleh anggota dibawa ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit, tidak lama kemudian pelaku tersadar kemudian dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui sakit yang diderita oleh pelaku, namun kemudian pelaku kembali tidak sadarkan diri.

“Namun pada 7 September 2019, Zaenal Abidin telah meninggal dunia pada pukul 03.44 Wita di ruang ICU RSUD Selong Lotim. Kami turut berlangsunkawa dan langsung perintahkan Kapolres Lombok Timur, AKBP Ida Bagus Made Winarta dan anggotanya untuk datang melayat ke rumah Zaidal Abidin.

Sahabudin, orang tua almarhum Zainal Abidin di Tunjang Lauk, Dusun Tunjang Selatan, Desa Paokmotong, Kec. Masbagik, Lab. Lotim, menerima Kapolres dengan baik dan menganggap peristiwa yang terjadi pada anaknya adalah musibah.

Baca Juga :   ‎Antar Pesanan Sabu ke Lapas Narkotika, Warga Gampong Blang Diamankan Polisi

Walau demikian, pihak keluarga meminta agar proses hukum terhadap anggota SatLantas yang diduga melakukan pemukulan, di proses sesuai aturan hukum yang berlaku.

menanggapi permintaan itu, Kapolres berjanji akan melakukan penyelidikan dan akan menindak anak buahnya. Kapolres juga meminta agar jasad almarhum diotopsi. Namun keluarga menolak.

“Kapolres Lotim menyampaikan bahwa terkait permintaan pihak keluarga tentang proses hukum akan mendalami dan bila terbukti akan diproses hukum,” kata Kapolda NTB.

“Pada hari Sabtu tanggal 07 September 2019 sekira pkl 14.30 wita bertempat di Masjid Nurul Yakin Tunjang Selatan, Desa Paokmotong, telah berlangsung pertemuan terkait meninggalnya Zainal Abidin,” lanjut Kapolda menjelaskan.

Dalam pertemuan tersebut, penyampaian diawali oleh Kapolsek Masbagik. Intinya bahwa diadakan pertemuan ini untuk mendengar pernyataan dan kemauan dari pihak keluarga terkait meninggalnya Zainal abidin dan harapan dari Kapolsek agar dari pihak keluarga untuk mengikhlaskan kematian korban. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Hamili Pelajar, Tukang Ojek Jadi Tersangka

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pelajar SMP Ditumukan Tewas Gantung Diri

Published

on

YS (14) Pelajar SMP di Kota Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri / Ist
Continue Reading

Daerah

Tuntut Jasa BPJS, Dokter RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai Mogok Kerja

Published

on

Continue Reading




Loading…