Connect with us

Daerah

Kisah Pilu Nurhayati yang Tinggal di Gubuk Berdinding Tenda Bekas

Published

on

Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Zulfitri yang di dampingi oleh Ketua IPSM Tanah Jambo Aye, Akmal Daud saat menyerahkan Bantua kepada Nurhayati yang di temani oleh tiga anaknya. (Realitarakyat.com/Bulkhaini)

Aceh Utara, Realitarakyat.com – Gubuk itu hanya berukuran 3,5 x 4 meter. Dinding beserta atap terbuat dari tenda bekas, setiap sudut terlihat sudah bocor.

Di gubuk inilah, Nurhayati (44) beserta empat anaknya, menantu dan cucunya yang baru berusia lima belas bulan tidur dan berlindung setiap harinya. Sementara lantainya hanya beralaskan tanah.

Memasuki ke dalam, tidak ada tempat tidur, mereka semuanya harus tidur beralaskan tenda. Selain itu, dapur yang digunakan sehari-harinya untuk memasak hanya tenda dibaluti dengan tenda bekas.

Yang lebih miris lagi, bila hujan deras turun, Nurhayati beserta anak-anaknya terpaksa tidak tidur dikarenakan air hujan yang merangsek masuk melalui celah-celah atap rumah dan lantainya.

Nurhayati sekarang tinggal di Desa Biara Timur Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Namun, informasi tentang Nurhayati, didengar oleh Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Zulfitri SH. Pada Selasa (17/9/2019) pagi, AKP Zulfitri bersama Akmal Daud Ketua IPSM Tanah Jambo Aye beserta wartawan Realitarakyat.com mengunjungi gubuk Nurhayati di desa tersebut.

Sesampainya di gubuk derita Nurhayati, Kapolsek bersama Akmal Daud menyerahkan beberapa bantuan, seperti bantal, kasur, beras, telur. Saat menerima bantuan itu, Nurhayati mengaku terharu dan bersyukur hingga meneteskan airmata.

Dia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kedatangan Kapolsek AKP Zulfitri. “Terima kasis Pak sudah bersedia menjenguk saya dan keluarga di gubuk ini. Beginilah Pak. Bapak bisa melihat langsung bagaimana keadaan kami sesungguhnya,” ucap Nurhayati.

Menurut Nurhayati, dirinya tinggal di gubuk ini karena tidak memiliki biaya untuk membuat rumah seperti masyarakat lain. Pasalnya, pekerjaan yang di lakoni dirinya untuk makan pun tidak mencukupi.

“Sekarang kedua anak saya sudah putus sekolah disebabkan tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan, walaupun sekolah gratis, namun untuk jajan sehari-hari tidak ada,” ujar Nurhayati, sambil menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya.

Kedua anak saya yang putus sekolah, sebut Nurhayati, bernama Yesi Maulina (17) yang sebelumnya bersekolah di salah satu SMP di Aceh Timur begitu juga dengan adiknya Ayu Amelia (13).

Akmal Daud Pekerja sosial Kepada Wartawan Realitarakyat.com menyatakan, Nurhayati bersama anak-anaknya tinggal di gubuk itu sejak dua bulan terakhir, sebelumnya, ia menetap di Aceh timur pada suami kedua.

” Nurhayati awalnya tercatat sebagai masyarakat biara timur. Setelah suaminya meninggal, Nurhayati kawin lagi dan tinggal di Aceh timur. Setelah terpisah dengan suami keduanya, Nurhayati kembali lagi tinggal di biara timur.” Ungkap Akmal Daud.

Salah satu dari empat anak Nurhayati, Kata Akmal Daud, sudah menikah beberapa waktu lalu, sayang nya, cucu yang masih kecil serta menantunya juga tinggal di gubuk tersebut.

” Jika ada para dermawan yang ingin membantu untuk membagun rumah milik Nurhayati ataupun ingin menyerahkan bantuan apapun datang saja ke desa Biara Timur.” Kata Akmal.

Akmal menyebutkan, yang sangat di butuhkan oleh Nurhayati, rumah layak huni dan kedua anaknya dapat menyambung sekolah lagi. (bulkhaini)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Bantu Amankan Pilkades Serentak, Satlinmas Rembang Ikuti Apel Siaga

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kang Emil Minta Jokowi-Ma’ruf Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Published

on

Gubenur Jabar Ridwan Kamil / Ist
Continue Reading

Daerah

Terancam Roboh, Jembatan Noebunu Perlu Segera Diperbaiki

Published

on

Jembatan Noebunu yang terancam roboh bila tidak segera diperbaiki. (Foto: Realitarakyat.com/sim)
Continue Reading




Loading…