Connect with us

Nasional

Formappi: Presiden dan DPR Terjebak dalam Kompromistis Transaksional

Published

on

Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. (foto: ist)

Jakarta, Realitarakyat.com – Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengkritik keras kinerja lembaga legislatif yang dengan mendadak bergerak cepat membahas revisi UU KPK.

“Luar biasa DPR 2014-2019 ini. Ada begitu banyak RUU Prioritas yang hampir 5 tahun sudah dibahas DPR tapi sampai sekarang ngga kelar-kelar. Sebut saja RUU KUHP, RUU PKS, RUU Larangan Minuman Beralkohol, sudah bosan rasanya terus diperpanjang, tetapi tetap saja tak jelas rimbanya hingga sekarang. Padahal sisa seminggu lagi anggota DPR periode ini akan tamat riwayat sebagai bagian dari kawanan wakil rakyat seperiode 2014-2019,” kata Lucius, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Realitarakyat.com, Selasa (17/9/2019).

Lucius menilai, apa yang terjadi saat ini, merupakan salah satu tindakan diskriminatif DPR yang seakan di dalamnya memiliki sarat kepentingan dan politis baik partai pendukung maupun oposisi pemerintah.

“Ironi bukan? Ada perlakuan diskriminatif soal nasib RUU yang dibahas DPR.

Tak heran jika memunculkan dugaan adanya kepentingan sepihak dari DPR dan pemerintah untuk agenda khusus yang tak perlu melibatkan publik. Karena agenda khusus untuk kepentingan sepihak, mereka pun bak seperi rider formula 1 mengejar finish dalam tempo yang singkat,” tuturnya.

Dia menambahkan, apa yang terjadi pada UU KPK, mencerminkan bahwa kedua lembaga Eksekutif dan Legislatif tersebut ialah cermin rezim saat ini tidak memihak kepada kepentingan rakyat tetapi ke arah transaksional.

Pembahasan kilat Revisi UU KPK tanpa pelibatan maksimal publik bahkan mengangkangi prosedur standard proses pembahasan legislasi membuktikan DPR dan Pemerintah sudah terjebak dalam relasi kompromistis yang transaksional. Kekompakan fraksi dan Pemerintah juga menjadi alarm bahaya akan potensi kesewenang-wenangan. Ini sudah Berbahaya,” tegasnya. (frn/ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Pemerintah Diminta Jaga Data Hasil Survei BPS

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Penuhi Kebutuhan 120 Ribu Jamaah Haji Indonesia, Koperasi Iko Sero Ekspor 480 Ton Bumbu Rendang ke Saudi

Published

on

Continue Reading

Nasional

Kontak Senjata di Papua, Tim Gabungan TNI-Polri Lumpuhkan Seorang KKB

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending