Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Berantas Judi Online, Polres Langsa Ringkus 5 Tersangka

Published

on

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc didampingi Kasat Reskrim, Iptu Arif Sukmo Wibowo, SIK, saat konfresi pers, Kamis (12/9/2019).

Langsa, Realitarakyat.com – Polres Langsa berhasil meringkus 5 tersangka pelaku judi online (sbobet) di tempat berbeda.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc didampingi Kasat Reskrim, Iptu Arif Sukmo Wibowo, SIK, saat konfresi pers, Kamis (12/9), menjelaskan, pengungkapan ini berdasarkan laporan polisi terkait kegiatan perjudian online sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 18 dan 20 Qanun Provinsi Aceh Nomor: 06 tahun 2014 dan dapat dikenakan Pasal 45 (2) Undang-Undang Nomor : 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor : 11 tahun 2018 tentang ITE.

Lanjut Kapolres, berdasarkan laporan polisi itu, pada Selasa (10/9), sekira pukul 10.00 WIB, pihaknya melakukan penyelidikan diseputaran wilayah hukum Polres Langsa dan sekira pukul 19.00 WIB berhasil menangkap 4 pelaku judi online dibeberapa warnet.

Kata Kapolres, keempat pelaku yang diamankan tersebut yakni SS (30), warga Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, sebagai operator sbobet, JN, (29), warga Gampong Sungai Pauh Firdaus, Kecamatan Langsa Barat sebagai pemain sbobet, keduanya diringkus di warnet Gladynet di Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro serta mengamankan barang bukti 1 lembar ID Judi Online dan uang sebesar Rp 790.000 serta 2 unit komputer yang di duga sebagai alat untuk melakukan permainan judi online.

Lalu, IM, (22), warga Gampong Ulee Glee, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur, sebagai operator, penyedia fasilitas dan penjual ID Sbobet, diringkus di warnet Retronet Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota dan pada saat dilakukan penangkapan ditemukan juga barang bukti berupa 1 lembar ID Judi Online dan uang sebesar Rp 2.980.000, 1 unit handpon serta 1 unit komputer yang diduga sebagai alat untuk melakukan permainan judi online.

Kemudian, FA, (32), warga Gampong Meutia, Kecamatan Langsa Kota, sebagai penyedia fasilitas dan penjual ID Sbobet diamankan di warnet Depan Lapas Kelas II Langsa, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota dan pada saat dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti berupa 4 lembar ID judi online paker Rp 25.000 dan uang sebesar Rp 3.610.000, 1 unit handpo, 2 buah pulpen ,1 buah pisau carter serta 1 unit komputer yang diduga sebagai alat untuk melakukan judi online.

Baca Juga :   ‎Jalur Mudik Wilayah Langsa dalam Kondisi Baik

Sementara, pada Rabu (11/9) sekitar pukul 02.30 WIB, pihaknya kembali melakukan penangkapan terhadap 1 pelaku penjual ID Sbobet diwilayah hukum Polsek Langsa yakni AA, (35), warga Gampong Sungai Pauh Induk, Kecamatan Langsa Barat, sebagai operator, penyedia fasilitas dan penjual ID Sbobet. Dimana, saat itu petugas Polsek Langsa sedang melaksanakan patroli dan pada saat dilakukan penangkapan ditemukan juga barang bukti berupa 27 lembar ID judi online dan uang sebesar Rp1.698.000 serta 1 unit handpon.

Sambung Kapolres, akibat perbuatannya, kelimanya dikenakan Pasal 18 (pemain judi online dan Pasal 20 (penjual ID, penyedia fasilitas) Qanun Provinsi Aceh Nomor: 06 tahun 2014 dengan ancaman hukuman sebanyak 12 kali sampai dengan 30 kali cambuk bahkan 45 kali cambuk.

Serta juga dapat diterapkan Pasal 45 (3) Undang-Undang Nomor : 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor : 11 tahun 2018 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1.000.000.000,” pungkas Kapolres. (ndi)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kabut Asap, Puskesmas di Riau Siaga 24 Jam

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Puskesmas di Provinsi Riau beroperasi selama selama 24 jam, untuk bersiaga melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu sebagaimana keterangan pers resmi dari Kementerian Kesehatan Minggu (15/9/2019).

Menurut pernyataan itu, seluruh masyarakat terdampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Satgas kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Dia menyatakan Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu dihubungi di nomor 119 selama 24 jam,” kata Edy.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Riau mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. “Masyarakat yang terdampak karhutla wajib dilayani tanpa pungutan biaya satu rupiah pun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Menurut Mimi, Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Riau telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian masker dilakukan di delapan titik di Pekanbaru, yaitu di depan kantor gubernur, simpang Harapan Raya, Rumbai, Kubang, Pattimura dan lainnya.

Menurut catatan Dinas Kesehatan terjadi peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA. Hingga tanggal 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan kasus ISPA.

Berdasarkan data Kemenkes, efek buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada balita. PSC 119 membawa pasien seorang balita ke RSUD Arifin Ahmad dengan kondisi tubuh demam, batuk pilek, dan mata merah berair.

Baca Juga :   Kasus NTT Fair Diduga Ada Tekanan Politik, Ini Jawaban Aspidsus

Pasien balita mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyebutkan pasien menderita ISPA.

Kualitas udara di Provinsi Riau masih dalam kategori buruk karena dampak asap serta polutan kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. [ipg]

Continue Reading

Daerah

Asap Kendaraan dan Bongkar Muat Batu Bara Penyumbang Polusi Cirebon

Published

on

Cirebon, Realitarakyat.com – Asap kendaraan bermotor dan aktivitas bongkar muat batu bara menjadi penyumbang terbesar polusi udara di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan hasil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, yang melakukan pengukuran kualitas udara setiap dua kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau dan juga musim hujan.

“Yang paling besar menyumbang polusi udara itu merupakan asap kendaraan bermotor,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Jajang Yaya Suganda di Cirebon seperti yang ditulis, Minggu (15/9/2019).

Belum lagi, kata dia, angin kencang yang biasa melanda wilayah Kota Cirebon saat kemarau membuat kadar debu yang beterbangan meningkat. Sehingga menambah polusi udara semakin tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Karena pada saat itu batu bara basah dan tidak menimbulkan debu.

“Setiap musim kemarau pasti ada peningkatan polusi terutama di sekitar pelabuhan, dimana di situ ada aktivitas bongkar muat batu bara,” ujarnya.

Yaya memastikan dari hasil pengecekan dan pemantauan jajarannya, kadar debu yang diterbangkan tidak terlalu parah mencemariKarena udara di Kota Cirebon.

“Dalam setahun kita melakukan uji kualitas udara yaitu pada musim kemarau dan hujan,” katanya. [ipg]

Baca Juga :   Kemenangan Eramas Pilgubsu Dua Putra Labusel Membayar Nazar
Continue Reading

Daerah

Edi Kamtono Tantang Anak Muda Pontianak Ciptakan Alat Pemadam Karhutla

Published

on

Pontianak, Realitarakyat.com – Para pemuda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ditantang untuk berinovasi dalam menciptakan alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tantangan dilayangkan Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat meninjau stand PKP di Rumah Radakng Pontianak, dalam Pekan Kreasi Pemuda (PKP) 2019, Minggu (15/9/2019).

“Buatlah inovasi-inovasi, misalnya menciptakan sebuah alat atau cairan yang bisa memadamkan kebakaran di lahan gambut,” kata Edi Kamtono.

Walikota Pontianak yakin tantangannya akan mampu dilakukan oleh anak-anak muda Kota Pontianak. Sebab, ia menilai anak-anak muda di Kota Pontianak cukup kreatif dan inovatif, bahkan beberapa di antaranya sudah mampu unjuk kebolehan hingga di tingkat internasional.

“Ini harus diteruskan untuk memasuki Industri 4.0,” katanya.

Era Industri 4.0 ini, kata dia, semuanya serba digital, menurutnya secara alamiah pemuda akan mampu beradaptasi masuk dalam era digital atau teknologi informasi. Lambat laun cara-cara konvensional mulai ditinggalkan seiring semakin berkembangnya kemajuan teknologi yang serba canggih.

“Mereka harus jeli melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Kota Pontianak sehingga generasi muda di sini tidak akan ketinggalan,” kata Edi. [ipg]

Baca Juga :   Viral Kawin Kontrak, Bupati Bogor Lakukan Aksi Nobat
Continue Reading
Loading…