Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Pansel Ingatkan KPK Tak Menebar Kezaliman dan Kebencian

Published

on

Wakil Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji / Net

Jakarta, Realitarakyat.com – Dugaan pelanggaran yang dilakukan Irjen Firli Bahuri, sebagaimana yang dihembuskan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini dibantah.

Adalah Wakil Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji yang membantahnya. Ia menyebutkan selama seleksi tidak menemukan adanya pelanggaran etik yang dilakukan oleh Irjen Firli Bahuri.

Menurut Indriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (12/9/2019), terhadap hasil rekam jejak yang diserahkan langsung oleh Deputi bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) KPK kepada Pansel telah dilakukan uji silang dengan rekam jejak dari sejumlah lembaga.

Hasilnya, Pansel tidak menemukan sama sekali wujud keputusan formil Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) yang memutuskan secara definitif adanya pelanggaran berat etik oleh Firli Bahuri.

Indriyanto menyampaikan hal itu untuk meluruskan kesalahpahaman pernyataan yang terkait dengan uji silang rekam jejak capim KPK, khususnya terhadap Firli Bahuri.

“Sebagai bentuk tanggung jawab Pansel kepada publik terkait dengan 10 nama capim KPK, saya perlu memberikan dan meluruskan pernyataan tersebut. Permasalahan ini menjadi domain Pansel di ruang publik yang telah memberikan keputusan untuk meloloskan 10 nama capim KPK, termasuk Firli,” kata Indriyanto.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahap uji administratif, uji kompetensi, baik uji objektif maupun pembuatan makalah, kemudian psikotes, pemeriksaan, profile assessment, tes kesehatan, hingga wawancara dan uji publik, Firli memiliki tingkat konsistensi terbaik.

“Bahkan, bisa dikatakan seleksi dalam posisi terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan sejak awal dengan 386 calon sampai 10 nama. Ini sudah menjadi keputusan bulat Pansel,” katanya.

Pansel Capim KPK juga sudah melakukan cross examination terhadap positif dan negatif hasil rekam jejak Firli, baik dari BIN, BNPT, BNN, PPATK, Polri, Kejaksaan, maupun KPK.

Baca Juga :   PDIP Yakin akan Ada 2 Pasangan Capres

Saat tahap wawancara atau uji publik, Firli sudah mengklarifikasi dan menjelaskan bahwa tidak ada keputusan DPP.

Pansel pun secara eksploratif telah mendalami masukan-masukan dari KPK dan masyarakat sipil, yang hasilnya juga tidak menemukan kuputusan formal DPP atas pelanggaran etik, kecuali pernyataan-pernyataan, rumusan-rumusan, dan ucapan-ucapan obscuur yang dapat menciptakan stigma dan labelisasi negatif kepada capim.

“Pernyataan, rumusan, dan ucapan yang dikemas dan disebar di ruang publik ini dapat menciptakan misleading statement dan character assassination yang tentunya merugikan harkat dan martabat capim. Apalagi, bila pernyataan itu justru untuk menciptakan labelisasi stigma negatif dari tujuan eleminasi tahapan uji kepatutan dan kelayakan capim,” kata dia.

“Jangan prejudice bahkan menebar kezaliman dan kebencian yang berdampak pada disharmonisasi kelembagaan penegak hukum,” katanya.

Pernyataan-pernyataan yang menyesatkan dengan stigma, kata Indriyanto, merupakan wujud dari demokrasi yang tidak sehat dan melanggar tataran hukum di ruang publik, yang seharusnya dihormati.

“Saya minta semua pihak untuk percaya kepada semua mekanisme yang sedang berjalan di DPR.”

Sebelumnya, KPK menyatakan Firli telah melakulan pelanggaran berat karena tiga peristiwa yang dicatat KPK.

Pertama, pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018 lalu.

Kemudian, KPK mencatat Firli pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK juga mencatat Firli pernah bertemu dengan petinggu partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Pilkada 2020

Bawaslu Ajak Masyarakat Tekan Korupsi dan Politik Uang dalam Pilkada

Published

on

Ketua BAwaslu RI Abhan. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Politik

Warga Garut Protes, Caleg Terpilih DPR RI Dicoret Diganti Mulan Jamela

Published

on

Solidaritas Aktivis, Pemuda dan Masyarakat Garut / Net
Continue Reading

Politik

Penundaan RKUHP, Masyarakat Jangan Lengah Seperti RUU KPK

Published

on

Pengamat Politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti / Net
Continue Reading




Loading…