Connect with us

Politik

KPK Konpers soal Firli, Capim Petahana: Saya Juga Agak Kaget

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi petahana, Alexander Marwata mengaku tidak diinformasikan secara resmi soal konferensi pers yang dilakukan KPK, terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik terhadap bekas Deputi penindakan KPK Firli Bahuri.

“Sebenarnya saya juga agak kaget (ada konfrensi pers) itu. Karena, saya juga taunya informasi itu dari Ibu Basaria Panjaitan melalui WA (WhatsApp),” kata Alexander menjawab sejumlah pertanyaan dari anggota dewan dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan, di Ruang Komisi III DPR, Senayan, Kamis (12/9/2019).

Lebih lanjut, Alexander memaparkan terkait dengan adanya pelanggaran kode etik terhadap Firli Bahuri.

Ia menjelaskan, dalam sidang dewan pertimbangan pegawai termasuk dari lima pimpinan institusi antirasuah telah memberikan keputusan dengan memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan.

“Ketika itu kami sudah memberikan keputusan peringatan kepada yang bersangkutan (Firli), dan sebelum melakukan pembelaannya Pak Firli kemudian ditarik oleh institusi awalnya (kepolisian), sehingga kami mengeluarkan pemberhentian secara hormat kepada dia,” katanya.

Seperti diketahui, Firli yang juga Kapolda Sumatera Selatan itu merupakan salah satu Capim KPK dari 10 nama yang lolos dan menjalankan uji kelayakan dan kepatutan oleh komisi III DPR.

Sebelumnya, KPK menyatakan Firli telah melakulan pelanggaran berat karena tiga peristiwa yang dicatat KPK.

Pertama, pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018 lalu.

Kemudian, KPK mencatat Firli pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK juga mencatat Firli pernah bertemu dengan petinggu partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Sementara itu, menurut sumber realitarakyat.com di parlemen menyebutkan, seluruh anggota Komisi Hukum DPR telah sepakat menentukan sejumlah nama. Mereka adalah Firli sebagai Ketua KPK, inkumben komisioner Alexander Marwata, jaksa Johanis Tanak, pegawai Sekretariat Kabinet Roby Arya, dan dosen Nurul Ghufron. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Draf RUU Omnibus Law Ciptaker Jadi Sorotan, Ini Masalahnya

Published

on

Continue Reading

Politik

Ralat Penyataan, Kepala BPIP Sebut Agama dan Pancasila Tak Bertentangan

Published

on

Continue Reading

Daerah

AHY Persiapkan Diri Maju Jadi Capres 2024

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending