Connect with us

Politik

KPK Diingatkan Fokus Urus Korupsi Bukan Firli

Published

on

Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Irjen Firli Bahuri / Net

Jakarta, Realitarakyat.com – Belakangan ini, pimpinan dan para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi justru sibuk mengurus keberadaan Irjen Firli Bahuri sebagai salah satu kandidat pimpinan KPK.

Langkah Firli yang sejauh ini bisa melenggang ke senayan, untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, membuat satu gedung KPK seolah tak bisa tidur nyenyak.

Bahkan kemarin, KPK sampai ‘repot-repot’ menggelar jumpa pers hanya untuk meyakinkan publik jika Firli, bekas deputi penindakan lembaga ad hoc itu, telah melakukan pelanggaran etik berat.

Terkait itu, Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin meminta agar KPK membuka secara terang dugaan pelanggaran yang pernah di lakukan Kapolda Sumatera Selatan.

“Jika ada bukti pelanggaran etika berat yang dilakukan oleh salah satu capim KPK. Sampaikan ke publik dan DPR. Sebagai pertanggung jawaban moral,” kata Ujang kepada realitarakyat.com, Kamis (12/9/2019).

Ia pun meminta agar KPK fokus dan profesional dalam melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini. “KPK harus tetap profesional dalam pemberantasan korupsi.”

Sebelumnya, KPK menyatakan Firli telah melakulan pelanggaran berat karena tiga peristiwa yang dicatat KPK.

Pertama, pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018 lalu.

Kemudian, KPK mencatat Firli pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK juga mencatat Firli pernah bertemu dengan petinggu partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Sementara itu, menurut sumber realitarakyat.com di parlemen menyebutkan, seluruh anggota Komisi Hukum DPR telah sepakat menentukan sejumlah nama. Mereka adalah Firli sebagai Ketua KPK, inkumben komisioner Alexander Marwata, jaksa Johanis Tanak, pegawai Sekretariat Kabinet Roby Arya, dan dosen Nurul Ghufron. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat dalam Pembahasan RUU Omnibus Law

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Politik

Pro Kontra RUU Ketahanan Keluarga, Publik Diminta Pahami Secara Utuh

Published

on

Continue Reading

Politik

Di Kongres partai Gerindra, Dipastikan Tidak Ada kandidat Calon Selain Prabowo

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending