Connect with us

Daerah

Kejari Flotim Terbitkan Sprintug Soal Laporan AMPERA

Published

on

Kupang, Realitarakyat.com – Laporan adanya dugaan korupsi penjarangan jambu mete Tahun 2018 di Kabupaten Flores Timur (Flotim) beberapa waktu lalu, direspon cepat oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melalui Kejari Kabupaten Flotim.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H, kepada wartawan, Kamis (12/9/2019), mengaku bahwa atas laporan tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Flotim telah mengeluarkan surat perintah tugas (sprintug).

Dijelaskan Abdul, sprintug ini dikeluarkan oleh Kejari Kabupaten Flotim setelah adanya laporan AMPERA Flotim, di Kejati NTT beberapa waktu lalu.

“Setahu saya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah mengeluarkan surat perintah tugas (Sprintug),” kata Abdul.

Sprintug itu, lanjut Abdul, diterbitkan guna dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta dilakukan klarifikasi atas laporan dugaan korupsi penjarangan jambu mete yang dilaporkan oleh AMPERA beberapa waktu lalu.

Sebelumnya diberitakan. Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Jumat (30/8/2019). Tujuannya, untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam penganggaran, peremajaan, pemangkasan dan penjarangan Jambu Mete dalam APBD tahun 2018.

Demikian disampaikan Ketua AMPERA, Flotim, Engelbertus Boli Tobin, dan anggota Yeremias Dere Lasan, pada Jumat (29/8/2019) di Kupang.

“Telaahan terhadap dokumen risalah sidang rapat gabungan komisi tahun 2017, hasil evaluasi RAPBD tahun 2018 dan dokumen APBD 2018, kami mencium adanya aroma korupsi dalam penganggaran kegiatan penjarangan mete pada tahapan penyempurnaan hasil evaluasi RAPBD tahun 2018,” beber Boli Tobin

Pada tanggal 29 November 2017, Rapat Gabungan Komisi DPRD Flotim membahas anggaran Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dalam Rancangan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018 mengalami penyesuaian dari Rp1.734.310.850 menjadi Rp1.583.975.000.

Salah satu kegiatan dalam program tersebut yang dibahas yaitu kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp972.089.500 tidak mendapat persetujuan.

“Pada tahap pembahasan anggaran Dinas Pertanian, anggaran untuk kegiatan penjarangan mete senilai Rp972 juta didrop karena kesalahan perencanaan sebagaimana diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Anton Wukak Sogen. Kemudian pada tahap penyerasian tingkat gabungan komisi, persetujuan bersama Rancangan APBD Kabupaten Flotim Tahun 2018 dan Evaluasi Ranperda APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018 ke Gubernur NTT, kegiatan tersebut tidak terakomodir dalam RAPBD Kabupaten Flotim tahun 2018,” urai Boli Tobin

Pada tanggal 22 Desember 2017, Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Ranperda APBD Kabupaten Flotim Tahun 2018, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Flores Timur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Flotim memasukan kembali Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp5.590.000.000 dalam APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018

Adapun dasar argumentasi yang digunakan oleh Badan Anggaran DPRD Kabupaten Flores Timur dan TAPD Kabupaten Flores Timur yakni menindaklanjuti salah satu butir hasil evaluasi Gubernur NTT yang menyarankan peningkatan belanja modal sebesar 23% pada tahun 2018.

“Hasil evaluasi RAPBD 2018 menyarankan peningkatan belanja modal sebesar 23%, tetapi kenapa Banggar dan TAPD memasukan kegiatan penjarangan jambu mete yang merupakan belanja barang dan jasa, angkanya justru meningkat drastis dari Rp972 juta lebih menjadi Rp5,5 milyar lebih. Hal ini jelas merupakan penyalahgunaan wewenang dan mengangkangi hasil evaluasi Gubernur NTT,” tegas Dere Lasan.

Dokumen APBD Kabupaten Flotim Tahun 2018 memuat item Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp5.590.000.000 dengan kode rekening 3.03.3.03.01.19.21, kemudian pada dokumen perubahan APBD Kabupaten Flotim Tahun 2018, item kegiatan tersebut mengalami penyesuaian dari Rp5.590.000.000 menjadi Rp5.586.125.000 dengan kode rekening 3.03.3.03.01.19.21.

“Untuk diketahui sebelumnya pada perubahan APBD 2017 kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete telah dianggarkan Rp. 1,5 Milyar lebih untuk pengadaan sensor yang dibagikan sejumlah wilayah di Flotim. Terus pada tahun 2018 tanpa perencanaan teknis dari Dinas Pertanian sehingga didrop pada pembahasan anggaran, apa motivasi Banggar dan TAPD memaksakan penganggaran kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp. 5,5 yang notabenenya bukan merupakan belanja modal,” tanya Dere Lasan.(ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Lantik Pejabat di Tepi Danau, Bupati Matim Minta OPD Miliki Jiwa Kepemipinan Tenang Seperti Air

Published

on

Continue Reading

Daerah

Lapas Sragen Tertampar, Salah Satu Napi di Tuding Pemasok Ganja

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gelar Acara Belajar Vlog di Wilayah Lain, Kepala Dinasarpus Rembang Terancam di Non Jobkan

Published

on

Continue Reading




Loading…