Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Terkait Kematian Zainal, HMI Desak Kapolda NTB Copot Kapolres Lotim

Published

on

Ahwal Usri Yusro, Ketua HMI Cabang Selong, Lombok Timur.

Mataram, Realitarakyat.com – Kematian warga Paok Motong Lombok Timur, Zainal Abidin (28), akibat dugaan pengroyokan oleh oknum anggota Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), 5 September 2019 lalu, terus mendapat sorotan keras dari sejumlah pihak.

Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Selong, Lombok Timur, melalui Ketuanya Ahwal Usri Yusro menilai, peristiwa yang menimpa warga masyarakat Lotim tersebut, harus ditindaklanjuti, karena telah mencoreng nama baik lembaga Kepolisian yang memiliki motto pelindung dan pengayom masyarakat.

“Kita minta kasusnya dilanjutkan dan kami akan mengawal hingga tuntas,” kata Ahwal Usri, kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, apapun dalih yang disampaikan pihak Polres Lombok Timur terkait penyebab kematian korban yang mengidap penyakit kejiwaan, tetap akan di bantah. Termasuk proses damai yang dilakukan oleh kepolisian terhadap keluarga korban.

Ahwal meminta sejumlah anggota yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut, ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku dan memberi sanksi pencopotan jabatan terhadap Kapolres Lombok Timur yang dinilai lalai dalam pengawasan terhadap anggotanya. “Kapolda NTB harus segera copot Kapolres Lotim atas kejadian ini,” sebut Ahwal.

Sementara itu Adhar Hakim selaku Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB mengatakan. Kasus ini, harus diselesaikan sesuai mekanisme aturan hukum secara objektif. Apapun bentuk penyelesaian antara Polri dengan keluarga, penyelesaian secara hukum harus tetap dilakukan.

Ombudsman NTB tetap mendorong terus agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum. Sebab persoalan ini serius apa lagi menghilangkan nyawa orang. “Untuk sementara kami bisa mendorong, agar proses hukum yang harus di kedepankan sehingga tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegasnya

Adhar, mengakui ada sepemahaman Ombudsman dengan Iswasda Polda NTB untuk menyelesaikan persoalan ini secara objektif. Nantinya, tim dari Irwasda juga akan mengecek secara otopsi jika perkenankan oleh pihak keluarga untuk mengetahui penyebab kematian korban, serta melakukan pemeriksaan saksi dengan bukti-bukti yang lain. “Kami ada satu pemahaman dengan Irwasda untuk bersama berkoordinasi ke tingkat selanjutnya dalam menyelesaikan kasus ini,” terangnya.

Baca Juga :   HMI Tuntut Kapolres Lotim Dipecat!!!

Sebelumnya diberitakan, Zaenal meninggal dunia setelah mendatangi Mapolres Lotim untuk mengambil motornya yang ditilang polisi, Kamis lalu (5/9/2019). Dia datang bersama keponakannya Ihsan Juni Saputra. Menurut keterangan keluarga korban, korban dianiaya sejumlah oknum polisi setelah Zaenal melakukan pemukulan ke anggota polisi yang tengah bertugas piket di Mapolres Lotim. Akibat penganiayaan ini, Zaenal tak sadarkan diri lalu dibawa ke RSUD dr Soedjono, Selong. Namun tidak berapa lama, korban meninggal dunia. (ndi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pakai APBD DKI Jakarta, Kota Bekasi Siap Bangun Park and Ride

Published

on

Park and Ride. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Daerah

Peringati Hari Jadi Kota Bandung, Warga ‘Ngabring’ Sholat Subuh Akbar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Diapresiasi, Swasta yang Kembangkan Pendidikan di Daerah 3T

Published

on

Mendikbud Muhadjir Effendy saat membagikan sembilan unit komputer tablet, yang didalamnya sudah terdapat Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan aplikasi Rumah Belajar di Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: Kemendikbud)
Continue Reading




Loading…