Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Jurnalis Kota Bekasi Gelar Aksi Damai di Markas Walikota

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Seorang wartawan dari media cetak di Bekasi, Ahmad Payrudz mengaku telah mendapat intimidasi dari seorang narasumber, yakni Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara, Heri atau Cemong, saat sedang saat melakukan tugas peliputan, atas bangunan liar milik Karang Taruna unit 01 Teluk Pucung, Rabu malam (4/9/2019).

Kasus yang dialami Ahmad Payrudz terjadi saat dirinya ingin mewawancara narasumber dalam liputan pembongkaran bangunan liar milik Karang Taruna itu.

Atas kejadian tersebut, puluhan wartawan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Walikota Bekasi. Mereka datang dengan menolak aksi intimidasi yang dilakukan oleh Katar Teluk Pucung.

Eks ketua karang taruna Bekasi Utara, Machrul Falaq meminta ketua karang taruna Kota Bekasi menjaga etika ketika jurnalis melakukan peliputan.

“Sebagai ketua Karang Taruna harus menjunjung tinggi etika jurnalis dengan tidak melakukan tindakan pelecehan atau intimidasi terhadap jurnalis saat melakukan tugas jurnalistiknya,” kata dia dalam siaran persnya.

Dia pun menyangkan sikap oknum ketua karang taruna tersebut, karena telah memerintahkan untuk membangun bangunan liar di tanah zona merah. Padahal itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi.

Terkait dengan bangunan yang beberapa waktu lalu dibongkar oknum tersebut itu, bisa dikenakan sanksi tindak pidana ringan dengan ancama 3 bulan penjara dan maksimal denda 50 juta. “Intinya dia harus mundur karena itu (sikap) sangat memalukan,” kata dia.

Dia menyarankan, sebaiknya anggota yang ada ketua ketua kelurahan untuk mencari sosok atau figur yang baik agar kejadian tak terulang lagi.

Sebelumnya, wartawan Radar Bekasi, Pay melakukan reportase pada peneritiban bangunan liar milik Karang Taruna 01 Teluk Pucung, yang ditertibkan oleh Kelurahan Harapan Baru, pada Selasa (30/8/2019).

Baca Juga :   69 Peserta Ikut Diklat Khusus Advokat

Bangunan tersebut dibongkar lantaran berdiri diatas garis sepandan sungai atau zona merah yang dilarang mendirikan bangunan apapun. Awalnya, kata Pay, dirinya ingin konfirmasi pernyataan Ketua Katar 01 Teluk Pucung yang minta ganti rugi ke Ketua Katar Bekasi Utara.

Atas informasi tersebut, Pay berusaha mendapatkan konfirmasi dari Ketua Katar Bekasi Utara yang disebutkan oleh narasumber sebelumnya. Ketika mengirimkan pesan whatsapp tersebut, Ketua Katar Bekasi Utara menyuruh yang bersangkutan untuk datang ke rumahnya.

“Saya coba WA (Whatsaap) bang Heri, terus saya disuruh ke rumahnya langsung untuk wawancara soal penertiban itu. Tapi sampai disana, bukannya mendapat jawaban, saya malah di maki-maki, terus saya dibilang mencemarkan nama baik dia (Heri), sampai dibilang wartawan buta engga bisa cari berita,” kata Pay.

Menanggapi persoalan ini, Jurnalis Kota Bekasi menggelar aksi damai bertempat di kantor Pemerintah Kota Bekasi untuk menindak lanjuti usaha mengganggu kerja jurnalistik tersebut. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pakai APBD DKI Jakarta, Kota Bekasi Siap Bangun Park and Ride

Published

on

Park and Ride. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Daerah

Peringati Hari Jadi Kota Bandung, Warga ‘Ngabring’ Sholat Subuh Akbar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Diapresiasi, Swasta yang Kembangkan Pendidikan di Daerah 3T

Published

on

Mendikbud Muhadjir Effendy saat membagikan sembilan unit komputer tablet, yang didalamnya sudah terdapat Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan aplikasi Rumah Belajar di Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: Kemendikbud)
Continue Reading




Loading…