Connect with us

Daerah

Bantar Gebang Disorot Aktor Hollywood, Pepen Salahkan Ketertinggalan Teknologi

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang sudah ada lebih dulu, sebelum wartawan lahir.

Begitu kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi saat ditanya wartawan menanyai perihal Aktor Hollywood, Leonardo Dicaprio yang menyoroti sampah di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, melalui akun Instagram.

Dalam akunya itu, pemeran Film Titanic ini menyoroti kondisi TPST yang ada di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang. Leonardo, dalam akunnya, menceritakan kondisi TPST Bantar Gebang, dan menyebut TPST tersebut merupakan terbesar di Dunia.

“Ya memang terbesar di dunia, Bantar Gebang itu sudah lama, kalian (wartawan) belum lahir, itu sejak 1986 sudah ada,” kata Rahmat Effendi di Kantor Walikota Bekasi, Rabu (11/9/2019).

Pria yang disapa Pepen itu mengatakan, bila saja Indonesia ketika itu tidak tertinggal dalam masalah teknologi, mungkin saja sampah di TPST Bantar Gebang tidak seperti gunung.

“Kalau dulu sudah ada teknologi, kemungkinan tidak akan seperti itu (menumpuk layaknya gunung),” kata dia.

Dia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi tengah mengupayakan semaksimal mungkin untuk meminimalisasi “gunung sampah” di TPST Bantar Gebang salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sejak tahun 2016 silam.

Pada Selasa kemarin, Pemkot Bekasi kembali melakukan perjanjian kerja sama dengan tiga perusahaan swasta terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

Upaya ini dilakukan sebagai percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelola Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Tiga perusahaan swasta tersebut adalah PT Mamminasata Dalle Konstruksi, PT Matahari Hijau Energi, dan PT Bioelektra Power Indonesia. Rencanannya tiga perusahaan tersebut akan beroperasi di wilayah Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Pemkot Bekasi sebenarnya telah bekerja sama dengan PT Nusa Wijaya Abadi namun perusahaan tersebut belum berjalan maksimal dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik di TPST Bantargebang.

Dengan kerja sama tiga perusahaan tersebut, ia berharap mampu menjadi pemecah solusi sampah di Kota Bekasi sehingga listrik yang dihasilkan dari PLTSa bisa dikonsumsi warga.

“Dengan sinergi yang dilakukan ini diharapkan bisa menjadi pemecah solusi sampah di Kota Bekasi di tempat penampungan akhir baik di Bantar Gebang maupun di Sumur Batu, serta hasilnya bisa dipergunakan menjadi energi listrik. Warga pun bisa mengonsumsi dengan biaya di bawah rata-rata, semoga berjalan lancar dan tidak ada kendala,” katanya. [ipg]

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Bekasi

5 Pasien Corona di Kabupaten Bekasi Sembuh

Published

on

Continue Reading

Daerah

Walikota Paramuli Positif Corona Usai Pulang Melayat Warga Yang meninggal positif Corona

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kota Prabumulih Ditetapkan Zona merah Covid 19

Published

on

Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending