Connect with us

Nasional

Soal Pemindahan Ibukota, Indef: Bila Salah Kelola Indonesia Bisa Bangkrut

Published

on

Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara

Jakarta, Realitarakyat.com – Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak akan optimal dalam proses pemerataan pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bhima, karena bilamana merujuk pada data yang dimiliki Indef hingga Juli 2019, defisit anggaran APBN mencapai Rp183 triliun atau meningkat 21,65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp151 triliun.

Defisit itu terjadi, katanya, lantaran pendapatan negara, Rp1.052,8 triliun, lebih rendah dibandingkan total yang dikeluarkan pada belanja negara Rp1.236,5 triliun.

“Pemindahan ibu kota akan menghabiskan biaya Rp466 triliun. Sebanyak 19 persen dari jumlah itu akan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Malah Bappenas kemarin mengatakan 20 persen. Saran saya, ketimbang pindah ibukota, pemerintah melakukan pergerakan nyata untuk meningkatkan pendapatan negara yang cenderung terus menurun,” kata Bhima, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut dia, bilamana pemerintah terus memaksakan untuk melakukan pemindahan ibukota, langkah itu akan menambah beban hutang negara pada periode 2024 mendatang.

“Apabila utang meningkat berbarengan bunga utang yang menjulang, maka beban akan menjadi lebih banyak. Jika terus dilakukan Indonesia yang dikhawatirkan akan bangkrut dapat terjadi,” tuturnya.

Meski pemerintah disini dalam Pidato Presiden Joko Widodo mengaku akan melibatkan pihak swasta dalam pembangunan. Bhima mengaku pesimis bahwa hal itu dapat membuat pihak luar akan tertarik untuk turut serta dalam rencana tersebut.

“Bilamana pemerintah akan melibatkan Swasta. Tentunya mereka akan merasa berat karena pembangunan infrastruktur ini jangka panjang dan tidak semua menghasilkan profit. Bangun gedung kementerian dan lembaga, profit-nya darimana? Putaran akan berlangsung lama,” tandas Bhima. (frn/ndi)

Loading...
Loading...

Ekonomi

Tantangan Pemerintah Jilid II, Indonesia Hadapi Resesi

Published

on

Salamuddin Daeng / Net
Continue Reading

Nasional

Banyak Kiai NU Kecewa Dengan Pilihan Menag Jokowi

Published

on

Presiden Jokowi / Net
Continue Reading

Nasional

Menag Fachrul: Saya Dibesarkan Dalam Lingkungan Islam Sangat Ketat

Published

on

Menteri Agama Fachrul Razi / Net
Continue Reading




Loading…