Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kesehatan

Dana BPJS Kesehatan Naik, Pengamat: Tak Masalah, Asal Sejalan dengan Perbaikan Pelayanan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Pemerintah harusnya tegas kepada perusahaan dalam penarikan iuran dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, dalam hitungannya kepesertaan dari Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha jumlahnya sekitar empat juta orang. Dalam hitungannya, jika mereka aktif membayar, BPJS Kesehatan mendapat dana segar sebesar Rp8 triliun.

“Saya hitung, jika satu juta kenaikan peserta saja akan berkontribusi Rp1,9 triliun. kalau naikin peserta empat juta, bisa dapat Rp8 triliun. Sebab PPU itu pasti bayar. Nah ini kepesertaan yang harus didorong dengan penegakan hukum,” jelasnya, saat dihubungi Realitarakyat, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sehingga jika ada perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya akan dikenakan sanksi. “Maka kejaksaan atau pengawas ketenagakerjaan yang akan bertindak,” tuturnya.

Kemudian, soal kenaikan dana BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat, Timboel menyebutkan, tidak masalah asal sejalan dengan perbaikan pelayanan.

“Kenaikan harus sejalan dengan perbaikan pelayanan. Itu harus. Sehingga kalau iuran naik nggak jadi masalah bagi peserta. Kalau ada trust itu dari peserta, pasti enggak masalah iuran naik,” jelasnya.

Namun, kenaikan itu tidak akan menutupi defisit yang dialami BPJS Kesehatan. Karena, kata Timboel, kenaikan ini yang paling berdampak adalah kelompok Mandiri yang berjumlah 32 juta orang, sementara tingkat kepatuhan pembayaran kelompok ini hanya 54 persen.

Dengan kondisi seperti itu, menurutnya, target yang dipasang Kementerian Keuangan takkan tercapai. Perkiraan Timboel, tunggakan dari peserta Mandiri justru kian membengkak hingga 75 persen.

“Kalau naiknya signifikan, akan tinggi tunggakannya. Soalnya ini bicara bukan satu orang, tapi kan satu keluarga. Kalau satu keluarga lima orang, mereka pasti mikir-mikir. Pilihannya mungkin turun kelas. Kalaupun harus dirawat, mereka bisa pakai Permenkes 51, yaitu membayar selisih dengan uang sendiri ke pihak rumah sakit,” ujarnya. (riz/ndi)

Baca Juga :   Selain Nikmat, Melakukan Sex Di pagi hari Dapat Meningkatkan Kesehatan
Loading...
Loading...

Kesehatan

Cara Baru Hilangkan Kerutan Kulit Wajah

Published

on

ilustrasi (foto: ist)
Continue Reading

Kesehatan

Inilah Tips Menghindari Gagal Jantung

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Bahaya, Jangan Biarkan Anak Memakai Make Up Terlalu Dini

Published

on

Continue Reading




Loading…