Connect with us

Nasional

Pengamat: Politik SARA Jangan Lagi Terulang di Pilkada Serentak 2020

Published

on

Pengamat politik dari Universitas Islam Indonesia (UIN), Iding Rosidin (foto: ist)

Jakarta, Realitarakyat.com – Sejumlah daerah akan menyelenggarakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 270 daerah pada tahun 2020. Pengamat politik dari Universitas Islam Indonesia (UIN), Iding Rosidin, berharap isu SARA tidak dipergunakan lagi dalam pesta demokrasi tersebut.

“Selama ini, politik identitas yang membawa isu SARA (Suku, Agama dan Ras), menjadi pemicu gesekan yang berpotensi perpecahan. Ditambah lagi yang mempergunakan media medsos untuk melakukan pergerakan, lalu banyak yang tidak melakukan verifikasi. Hal seperti inilah yang perlu diantisipasi,” ujar Iding, kepada Realitarakyat.com, di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Dia juga berharap agar masyarakat di daerah yang akan menggelar pilkada, dapat memilih pemimpinnya berdasarkan rasio, bukan sekedar politik transaksional ataupun tradisonal.

“Pemilih tradisional adalah menggunakan hak suara tidak memperhatikan rekam jejak, pengalaman lebih memilih karena didasarkan kesamaan atau karena ada iming-iming di belakangnya.

“Memang politik sulit lepas dari transaksi untuk meraih kekuasaan kekuasaan tetapi politik yang baik adalah tetap memperhatikan etika. Sehingga pemilih diharap jangan hanya menjual suara namun akan mendapat kesulitan di kepemimpinan selanjutnya, jadilah pemilih cerdas” pungkas Iding. (frn/ndi)

Loading...
Loading...

Nasional

Forum Seniman Anggap Revitalisasi TIM, Anggap Pemprov DKI Hancurkan Sejarah

Published

on

Continue Reading

Nasional

Soal HAM dan Intoleransi, Hendardi: Jokowi Harus Jawab Harapan Publik

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

Hasil Survei Indo Barometer Warga Setuju Pemindahan Ibu Kota Ke Penajam

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending