Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Bamsoet: Kebijakan Pertahanan Tak Fokus Pada Persaingan Ideologis Barat-Timur

Published

on

Ketua DPR RI, bambang Soesatyo

Jakarta, Realitarakyat.com – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan kaum muda bahwa kebijakan pertahanan dan keamanan negara pasca perang dingin, tidak lagi berfokus pada isu persaingan ideologis blok barat dan timur.

Namun, arus demokratisasi dan interdependensi serta isu lingkungan, turut memegang peranan penting dalam mengubah pola interaksi antar negara, dimana semuanya terangkai dalam konstruksi globalisasi sebagai impuls utamanya.

“Perubahan fokus isu secara signifikan, mengubah peta geopolitik dan geostrategi hampir di seluruh kawasan, diikuti instabilitas yang potensial menjadi ancaman bagi eksistensi sebuah negara,” kata Bamsoet, di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

“Kondisi tersebut, memaksa seluruh negara untuk menata ulang sistem keamanannya. Isu keamanan, menjadi lebih komprehensif dan berorientasi global,” ujarnya menambahkan.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini juga menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, serta teknologi transportasi telah mempercepat arus informasi, arus finansial global dan mobilitas manusia.

Sehingga, berbagai fenomena perubahan tersebut bukan tidak mungkin membawa ekses yang potensial menjadi ancaman bagi keamanan suatu negara.

“Ancaman tidak hanya dalam bentuk fisik, akan tetapi ancaman non fisik seperti penanaman nilai-nilai kehidupan asing yang dapat menjadi alat penghancur entitas sebuah peradaban bangsa,” terangnya.

“Untuk menghadapi perkembangan ancaman yang makin beragam, Indonesia perlu menata kembali kekuatannya,” ujar dia.

Dalam konteks pertahanan negara, misalnya. Permasalahan ini tidak cukup ditangani hanya dari aspek kekuatan utama militer saja. Untuk membangun ketahanan nasional setidaknya ada tiga pilar yang harus saling terkait yaitu pemerintahan, rakyat dan militer.

“Ketiganya dijalin dalam simpul untuk memperkuat sebuah negara. Pemerintah dengan rakyat diikat dengan simpul ideologi,” pungkas Bamsoet. (zal/ndi)

Loading...
Baca Juga :   Buntut Aksi Teror, HNW: Wajar Presiden Jokowi Evaluasi Kinerja Kapolri dan Kepala BIN
Loading...

Nasional

Kontras Curiga Penundaan RKUHP Cuma Akal-akalan

Published

on

Continue Reading

Nasional

Ditanya Hewan Kesukaan, Jawaban Cucu Presiden Jokowi Bikin Ngakak

Published

on

Presiden RI Joko Widodo bersama cucunya Jan Ethes Sri Narendra / Net
Continue Reading

Nasional

Keterpilihan Hanif Dhakiri Tak Mengejutkan

Published

on

Plt. Menpora Hanif Dakhiri. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…