Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

ACTA Anggap Kasus UAS Tak Ada Unsur Pidana

Published

on

Ustadz Abdul Somad (UAS)

Jakarta, Realitarakyat.com – Kontroversi video ceramah Ustazd Abdul Somad (UAS) yang viral di media sosiakl, berujung pada laporan polisi. Banyak pihak menilai, ceramah UAS menganggu ketengangan umat beragama lain. Namun tidak sedikit pula yang menganggap, tindakan UAS tidak mengandung unsur pidana, sehinga disarankan untuk mencabut laporan polisi tersebut.

Salah satunya pendapat yang disampaikan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melalui Wakil Ketua Hendarsam Marantoko.”Ceramah yang disampaikan UAS, tidak memenuhi unsur pidana. Karena itu saran saya, pihak-pihak yang melaporkan UAS ke polisi, dicabut saja laporannya,” ujar Hendarsam.

Menurut dia, pencabutan laporan itu, penting dilakukan, karena memang tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. “Ya kita mengimbau untuk cabut (laporan polisi), dari pada malu lah, malu sendiri nanti,” katanya, kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).

Justru, sambung Hendarsam, jangan sampai para pelapor UAS menjadi malu lantaran menurutnya tidak ada muatan hukum dalam kasus tersebut, dan tidak ada unsur kesengajaan sehingga kasus ini bukanlah kasus penistaan agama.

Oleh karena itu, dirinya berharap para pelapor menyudahi laporannya dan tidak menjadi pion yang memecah belah kerukunan.

“Sudahi, jangan mau kita menjadi pion dari orang-orang yang ingin memprovokasi dan memecah belah. Jangan mau jadi pion, jadi pelapor-pelapor itu ujungnya jadi terpengaruh dengan itu,” sebut dia.

Meski mengimbau agar laporan terhadap UAS dicabut, Hendarsam menegaskan pihaknya tidak akan menghubungi pihak pelapor. ACTA, sambung dia, menyatakan akan mendampingi UAS jika nantinya ada pemanggilan dari pihak kepolisian.

“Oh nggak, tidak, tidak (akan menghubungi pihak pelapor,red). Kita akan menunggu, kalau memang UAS sampai dipanggil, kita siap sedia untuk mendampingi UAS pada saat dipanggil oleh pihak kepolisian,” tegas dia.

Baca Juga :   Miris, Pemerintah Indonesia Diam Melihat Kejahatan Kemanusiaan di Uighur

Menurut Hendarsam, yang harus diusut justru adalah penyebar video ceramah UAS yang kini viral. Ia meminta pihak kepolisian mencari si penyebar video karena dianggap sudah meresahkan masyarakat.

“Yang harus dicari ini orang yang nyebarin (video ceramah UAS) sebenarnya, itu udah betul. Jadi sekarang tindakan dari kepolisian yang melakukan penyelidikan untuk mencari siapa penyebarnya adalah hal yang betul,” paparnya.

“Di beberapa kasus kan seperti itu juga, hoax segala macam ya yang dicari penyebarnya, karena itu meresahkan masyarakat,” pungkas dia. (zal/ndi)

Loading...
Loading...

Hukum

Kasus Karhutla, Polri: Sudah 9 Perusahaan yang Ditetapkan Tersangka

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo. (foto: ist/net)
Continue Reading

Hukum

Eks Sesmenpora Dicecar Penyidik KPK Seputar Tugasnya Sebagai KPA

Published

on

Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Semenpora), Alfitra Salamm. (foto: ist/net)
Continue Reading

Daerah

Kedapatan Pulang Malam, Terpidana Impor Daging Sapi Ternyata Dapat Izin Luar Biasa

Published

on

Continue Reading




Loading…