Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Plt Lingkungan Hidup Manggarai Buka Suara soal Sampah Reok

Published

on

Manggarai, Realitarakyat.com – Pelaksana Tugas (Plt) Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai, Silvanus Adir, akhirnya menanggapi terkait persoalan sampah di kota Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Silvianus mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan Standar Nasional Indoensia (SKSNI) bahwa, produksi sampah dari sejumlah Kecamatan tersebut sebanyak 2,5 liter perhari perorang. Seperti di Reok dengan jumlah penduduk sebanyak 11.266.000 jiwa.

“Itu berarti 11.266.000 jiwa dikali 2,5 liter perkubik sampah perhari tentu dia menghasilkan 28,16 M kubik. Nah, sebetulunya 28 Meter perkubik ini idealnya dia harus diangkut ke satu tempat yang namanya TPA. Sebenarnya itu wajib, baik dari rumah tangga maupun dari kota, tetapi persoalan di Kecamatan Reok itu belum menyediakan lokasi TPA,” kata Silvianus kepada Realitarakyat.com, diruang kerjanya, Jumat (23/8/2019).

“Makanya kita belum siapkan fasilitas armada, pasukan kuning, atau pengurus sampah disana. Jadi itu belum ada.”

Diakatakan, DLHD Kabupaten Manggarai sudah pernah meninjau lokasi calon TPA yang berlokasi di kampung Pandang Gaya, Kelurahan Wangkung dengan luas 2 hektare pada beberapa bulan lalu.

Namun, menurut Dinas PUPR Maggarai lokasi yang diusulan itu, tidak layak. Karena tidak sesuai dengan rencan tata ruang wilayah.

“Dasar dari pada itu kami pernah terima surat dari dinas PUPR. No PUPR.600.610/215/lV/2019. Tentang rekomodasi sesuai perda RTRW, terhadap rencana pengadaan tanah TPA sampah reok. Jadi, tanah yang disiapkan oleh pemerintah kecamatan, tidak sesuai dengan RTRW,” kata Silvianus.

Karena itu, ia berharap kepada Pemrintah Kecamatan Reok untuk segera memetakan lokasi pengganti. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan informasi atau usulan kompensasi oleh camat Reok. Artinya, kata dia, penganntinya belum ditentukan ada.

“Sampai hari ini pa camat belum memggantikan lokasinya. Jadi itu fakta yang terjadi di kecamatan reok,” kata dia.

Baca Juga :   Tak Disiplin, Wakil Wali Kota Titip Pesan Buat Kepala SD Cinta Raja Langsa Timur

Sehingga Pemerintah Manggarai melalui Dinas terkait belum bisa memastikan besaran anggaran untuk membagun lokasi TPA.

“Terkait dengan terus kami juga disini belum bisa mengalokasikan anggaran karena belum ada TPA resminya atau TPA yang layak.Nanti kalau pa camat sudah menyediakan lokasi TPAnya tentu diikuti proses penganggarannya. Kalau semuanya sudah jelas, seperti TPA. Berarti anggarannya baru kita siapkan,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini pihak sedang menunggu kepastian dari Pemerintah Kecamatan Reok. “Sehingga yang pasti bahha pihak DLH belum bisa memberikan tugas untuk membantu pemindaham lokasi, berapa luas lahanya, dimana lokasinya. Saat ini kami sedang menunggu kepastian dari pak camat. Untuk memastikan besaran anggarannya,” katanya. [fren/ipg]

Loading...
Loading...

Daerah

Kota Kupang Dinyatakan Status Awas Bencana Kekeringan

Published

on

Elly Wairata
Continue Reading

Daerah

Waah… Anggota DPRD Rembang Malah Dorong Mahasiswa Terus Lakukan Demo

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bersinergi Wujudkan Penegakan Hukum Yang Baik, PN Kupang Gelar Coffee Morning

Published

on

Continue Reading




Loading…