Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Langkah Pemerintah Tepat, Akses Interner di Papua Dibatasi

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Keputusan pemerintah melalui Kementrian Komukasi dan Informatika memblokir sementara akses internet di Papua, dan Papua Barat, merupakan upaya konstitusional demi menjaga stabilitas kemanan wilayah tersebut, yang beberapa hari ini bergejolak lantaran provokasi oleh pihak-pihak yang berupaya menekan pemerintah.

“Pemicu konflik yang terjadi di Papua hari ini salah satunya lantaran dipicu beberapa informasi sesat atau hoax seperti perusakan Bendera Merah putih oleh mahasiswa Papua di Surabaya ataupun soal penangkapan mahasiswa Papua. Era infomasi seperti sekarang ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin melihat pemerintah Jokowi bekerja secara baik salah satunya dengan menyebarkan berita sesat. Kita bisa mencatat beberapa peristiwa yang menyulut kegadugan lantaran berita hoax,” ujar pengamat kebijakan publik Univeraitas Bung Karno, Cecep Handoko dalam siaran persnya, Jumat (23/8/2019).

Upaya pemerintah meredam gejolak yang terjadi di Papua tidak akan efektif jika para pihak yang tidak suka terhadap pemerintah terus menyebarkan hoax atau berita bohong. Apalagi, lanjut Cecep, Jokowi punya komitment terkait pembangunan di Papua.

“Komitment Jokowi untuk membangun Papua bukan pepesan kosong dari mulai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi. di periode pertama jelas Jokowi tercatat belasan kali bolak – balik ke ke Papua, hasilnya BBM satu harga, trans papua dan keberhasilan disektorlainnya” ujarnya.

Cecep berpendapat tidak sederhana untuk membaca situasi nasional saat ini, apalagi ada beberapa pihak yang kurang suka atas terpilihnya kembali Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Kalau cuma sebatas soal divestasi freeport kita pasti tau siapa saja pemainnya tapi apa yang terjadi saat ini lebih dari itu, ada upaya – upaya dari dalam negeri sendiri menekan Jokowi, bahkan mungkin skenario besarnya menggagalkan upaya pelantikan,” tegasnya.

Baca Juga :   Menghina KH Maimoen Ratusan Santri Demo Fadli Zon

Cecep melihat renteran peristiwa yang memicu kegaduhan sosial dan politik terjadi akhir-akhir ini cukup sistematis.

“Sebenarnya saya tidak mau menerka-nerka tapi dengan semua peristiwa yang terjadi saat ini dari mulai PLN, Video UAS dan yang terbaru soal Rasial di Papua sepertinya arahnya sama yakni mencoba mengaduk emosi masyarakat untuk kemudian terjadi konflik horizontal,” kata dia.

Cecep menyayangkan statmen beberapa pihak yang mengatakan bahwa pemblokiran internet merupakan bentuk perampasan demokrasi.

“Ingat loh Indonesia ini punya aturan hukum yang dilahirkan dari proses-proses demokratis apalagi hal itu berkaitan dengan stabilitas keamanan nasional, artinya langkah pemerintah saat ini sudah tepat. Jadi jangan cuma treak-treak soal demokrasi disatu sisi mereka tidak menghormati prodak demokrasi,” kata dia. [yus/ipg]

Loading...
Loading...

Nasional

Kontras Curiga Penundaan RKUHP Cuma Akal-akalan

Published

on

Continue Reading

Nasional

Ditanya Hewan Kesukaan, Jawaban Cucu Presiden Jokowi Bikin Ngakak

Published

on

Presiden RI Joko Widodo bersama cucunya Jan Ethes Sri Narendra / Net
Continue Reading

Nasional

Keterpilihan Hanif Dhakiri Tak Mengejutkan

Published

on

Plt. Menpora Hanif Dakhiri. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…