Connect with us

Hukum

KPAI Akan Temui Siswi SMK Korban Persekusi Seniornya

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia akan melakukan pertemuan dengan pihak Kepolisian dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, terkait kasus persekusi yang dialami seorang siswi salah satu SMK di Kota Bekasi, yang diduga pelakunya adalah siswi senior dan alumni sekolah yang sama.

Terlebih, korban dikabarkan masih mendapatkan ancaman dari keluarga pelaku. Atas hal itu, KPAI sudah berkomunikasi dengan pimpinan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) untuk kemungkinan memberikan perlindungan pada korban dan keluarganya.

Berkaitan dengan kasus tersebut, Komisioner KPAI Retno Listyarti, akan melakukan pengawasan langsung. Siang ini rencananya, KPAI

“KPAI akan bertemu dengan keluarga korban, dinas pendidikan Kota Bekasi dan kepolisian yang menangani kasus ini. KPAI akan kepolisian pada : Jumat, 23 Agustus 2019 pukul 14.30 WIB,” kata Retno dalam siaran persnya.

Tiga Pelaku jadi Tersangka

Dalam perkembangan kasus, pihak Kepolisian telah menetapkan tiga pelaku sebagai tersangka. Tiga pelaku yang diketahui berinisial D (17), A (15), dan P (17) masih di bawah umur.

Ketiganya diketahui sebagai senior korban. D, alumnus SMK Teknologi Nasional; A, kakak kelas GL; dan P, kawan D yang tidak satu almamater, kompak menjambak, mencekik, dan melucuti kerudung GL pada insiden pengeroyokan di sebuah taman di luar kompleks sekolah.

GL kemudian ditendang, dipukul, dan ditampar menggunakan sandal berulang kali.

“Untuk proses hukum saat ini tiga orang sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kemudian penyidikan lanjut,” ujar AKBP Eka Mulyana, Wakapolres Metro Bekasi Kota dalam konferensi pers, Kamis (22/8/2019) petang.

Tiga orang pelaku yang masih di bawah umur itu disangkakan tindak pidana kekerasan terhadap anak pada Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya (maksimal) lima tahun penjara,” kata Eka.

Pihaknya, kata dia, bakal tetap memproses pidana tiga orang pelaku di bawah umur itu. Tetapi, pihaknya juga membuka upaya diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak di luar proses pidana, salah satunya apabila korban dan pelaku beserta keluarga mencapai mufakat.

Upaya diversi dalam kasus anak-anak sendiri diatur Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Undang-Undang yang sama juga menyebut bahwa dalam sistem peradilan pidana anak, wajib diupayakan diversi.

Syaratnya, ancaman pidana di bawah 7 tahun dan tindakan pidana tersebut belum pernah dilakukan lebih dari 1 kali. [yus/ipg]

Loading...
Loading...

Hukum

Hendak Masuk Polres Jaksel, Dua Pria Kedapatan Bawa Alat Hisap Sabu

Published

on

Continue Reading

Daerah

Asyik Konsumsi Narkoba di Rumah Kosong, Tiga Sekawan Ini Diamankan Polisi

Published

on

Continue Reading

Hukum

ICW Berang Ketika Kebingungan Penyidik Dikritik Pimpinan KPK

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending