Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Kata Bamsoet, Perlu Pengusutan Tuntas Agar Papua Kondusif

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Tim DPR RI Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat akan segera meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo.

Tujuannya, untuk melakukan rapat konsultasi membahas penyelesaian berbagai insiden yang terjadi di tanah Cendrawasi tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret dewan membantu pemerintah pusat dalam menciptakan suasana kondusif si sana.

“Tim DPR RI Pemantau Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat yang terdiri dari anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua dan Papua Barat sudah berkunjung ke Surabaya,” kata Bamsoet, di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

“Sebagai wakil rakyat yang dipilih langsung oleh masyarakat Papua dan Papua Barat, mereka juga ingin berbagi pemahaman, sudut pandang, dan pemikiran dengan Presiden Joko Widodo untuk membuat Papua kembali stabil.”

Tidak hanya itu, Bamsoet juga menilai dalam rangka menurunkan eskalasi di Papua dan Papua Barat, perlunya pengusutan hukum yang tuntas terkait insiden di Surabaya maupun di Malang.

Sehingga, jika ada yang melanggar hukum baik dari pihak sipil, pejabat pemerintah daerah, maupun TNI/Polri, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai seorang guru bangsa, Gus Dur telah mengajarkan kepada Bangsa Indonesia bahwa perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi. Jika keadilan ditegakan, perdamaian dengan sendirinya akan terwujud,” kata dia.

“Jangan biarkan peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang menjadi pemantik yang membuat perdamaian di Papua dan Papua Barat menjadi terganggu.”

Di sisi lain, DPR juga sudah melakukan berbagai diplomasi parlemen agar negara-negara dunia tidak salah persepsi dalam melihat Papua dan Papua Barat.

Antara lain, imbuh dia, menyelenggarakan Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) pada 23-24 Juli 2018 yang dihadiri 14 negara kawasan Pasifik. DPR RI juga ikut serta dalam Pacific Exposition pada 11-14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru, yang diadakan Kedutaan Besar Republk Indonesia untuk Selandia Baru.

Baca Juga :   Gerindra Bantah Ada Draft Aliansi Ulama dari Yusril Ihza Mahendra

“Anggota DPR aktif membangun dialog dengan para tokoh politik luar negeri untuk meluruskan persepsi berbeda mereka tentang Papua dan Papua Barat,” kata politikus Golkar itu.

“Kita sampaikan berbagai capaian pembangunan yang membuat Papua dan Papua Barat masa kini berbeda jauh dengan kondisi di masa lalu,” kata Bamsoet. [zal/ipg]

Loading...
Loading...

Nasional

Bahas RUU PAS, DPR Sepakat Buka Forum Lobi dengan Pemerintah

Published

on

Continue Reading

Nasional

Bakal Putuskan RUU PAS Pagi Ini, DPR Bangkang Permintaan Presiden?

Published

on

Continue Reading

Nasional

BK DPD Ubah 10 Tatib, Apa Isinya?

Published

on

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD, Mervin S Komber. 9foto: ist/net)
Continue Reading




Loading…