Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Bimtek ke Bali, Prestasi Kades se-Pandeglang Dipertanyakan

Published

on

Pandeglang, Realitarakyat.com – Kegiatan Bimtek para Kepala Desa (Kades) di Pandegang hanya buang-buang anggaran, di tengah kondisi masyarakat yang sedang kesulitan.

Demikian pendapat Akademisi Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten, Eko Supriyatno, dalam keterangan, Jumat (23/8/2019).

“Sudah berulang kali masyarakat menaruh curiga terhadap kegiatan kepala desa dengan dana desa-nya dengan dalih Bimtek ke Bali yang ketika pulang hanya membawa oleh-oleh belanjaan daripada laporan hasil kerja,” kata Eko.

Kompetensi dan kredibitas anggota kepala desa jauh dari nilai-nilai kelaziman kehendak masyarakat. Kepala desa harusnya dekat dan rajin melayani masyarakat. Jangan lagi sibuk dengan diri sendiri. Sibuklah melayani masyarakat yang semakin hari tambah sulit kehidupannya.

“Kita berharap seharusnya mereka introspeksi, apakah sudah cukup berprestasi sebagai kepala desa. Menilai kinerja dan prestasi kepala desa paling mudah adalah dengan melihat jumlah berapa musrembang yang diimplementasikan,” katanya.

Menurutnya, respons para kepala desa tidak satu nada. Ada yang tidak mempermasalahkan dan mungkin juga gembira. Ada yang malu-malu tapi mau, dengan menyatakan jangan sekarang. Tapi tak sedikit juga yang tegas menolak dan sikap mereka tidak lepas dari kebijakan bersama.

“Tak berlebihan bila dikatakan mereka serakah dan tidak malu kepada masyarakat pemilih yang kebanyakan masih hidup susah,” ujarnya.

Mengkritisi kinerja kepala desa, termasuk menyerukan Bimtek disetop bukan karena benci dan mau membatasi kepala desa. Kata dia, silakan berkreasi, bekerja inovatif buat masyarakat. Namun, semuanya harus dalam koridor kepatutan publik, tidak terpenjara dalam egoisme politik, supaya nilai kemaslahatan publik tetap terjaga.

“Ada banyak cara efektif dan murah yang bisa dilakukan kepala desa atau pejabat publik untuk menimba informasi dari luar kota hingga luar negerii seperti menggunakan informasi elektronik, e-mail, atau telekonference, yang dipasang di tiap ruang kerja untuk jangka waktu penggunaan yang lama,” kata dia.

Baca Juga :   Kenang Jasa Habibie, Doa dan Pengibaran Bendara Setengah Tiang di Pandeglang

Sebelumnya, 326 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pandeglang, Banten bakal terbang ke Pulau Dewata Bali untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) prioritas penggunaan Dana Desa serta perencanaan bisnis dan manajemen BumDes. Mereka mewajibkan Kades yang mencapai 326 desa, membayar uang sebesar Rp10 juta untuk anggaran perjalanan. [sae/ipg]

Loading...
Loading...

Daerah

Kota Kupang Dinyatakan Status Awas Bencana Kekeringan

Published

on

Elly Wairata
Continue Reading

Daerah

Waah… Anggota DPRD Rembang Malah Dorong Mahasiswa Terus Lakukan Demo

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bersinergi Wujudkan Penegakan Hukum Yang Baik, PN Kupang Gelar Coffee Morning

Published

on

Continue Reading




Loading…