Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Wakil Walikota Langsa: Kamtibmas Bukan Hanya Tanggungjawab TNI-Polri

Published

on

Wakil Walikota Langsa, Dr.H.Marzuki Hamid, MM, saat membuka Bimtek Kamtibmas, Kamis (22/8/2019).

Langsa, Realitarakyat.com – Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid, secara resmi membuka bimbingan teknis (bimtek) terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), di Hotel Harmoni, Langsa, Kamis (22/8/2019).

Dalam paparannya, Marzuki menyampaikan bahwa saat ini marak terjadi berbagai ancaman yang melanda masyarakat, khususnya kaum generasi muda. Ancaman tersebut, diantaranya berupa peredaran narkoba, berkembangnya aliran sesat, judi online, prostitusi terselubung, pencurian, begal, geng motor, pergaulan bebas di kalangan anak muda, pelanggaran terhadap ketentuan adat gampong tentang jam bertamu, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Berbagai ancaman tersebut, kata Marzuki, harus dilakukan pendeteksian sejak dini, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan, dan bila terjadi perlu adanya penindakan yang kemudian dicarikan solusi yang tepat, cepat, tuntas, dan berkelanjutan.

“Kamtibmas itu bukan hanya tanggung jawab Polri, TNI, Hansip, atau aparat pemerintah lain, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat,” ujarnya.

Sayangnya, dia mengeluh, meski ‘ploting’ anggaran cukup besar, baik yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), namun partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban cenderung menurun.

“Sebagian masyarakat punya pemikiran yang simpel, alokasikan saja anggaran untuk membayar beberapa orang sebagai penjaga keamanan dan ketertiban gampong, seperti Satpam di kompleks perumahan,” katanya.

Menurut dia, cara berpikir seperti ini terlalu menyederhanakan masalah dan membuktikan rasa kepedulian serta kecintaan terhadap gampongnya rendah. “Kecenderungan itu juga membuktikan bahwa fenomena individualistik dan asosial cenderung meningkat,” kata Marzuki menambahkan.

Dia melanjutkan, harus dipahami bahwa ADD dan DD itu hanya bersifat stimulus agar partisipasi masyarakat dalam pembangunan semakin meningkat sehingga manfaat dari hasil-hasil pembangunannya lebih maksimal, dan rasa cinta atau rasa memiliki terhadap gampongnya juga semakin kuat.

Baca Juga :   Ketua PPS Desa Rondaman Melanggar Undang Undang Tentang Pemilu

“Lihat dan cermatilah berita tentang gampong/desa yang berubah jauh lebih maju ketika mampu memanfaatkan ADD dan DD secara lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan masalah-masalah Kamtibmas. Termasuk di dalamnya penyusunan qanun gampong tentang keamanan dan ketertiban, penguatan kelembagaan/organisasi masyarakat yang terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, koordinasi dengan pemangku kepentingan lain yang berkaitan dengan Keamanan dan ketertiban, pengadaan sarana dan prasarana untuk menjaga keamanan dan ketertiban gampong, dan lain-lain.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi bimtek ini dan diharapkan kegiatan ini mampu memberikan penguatan kapasitas teknis kepada peserta, sehingga bukan hanya out put-nya yang terealisasi, tetapi out come dari pelatihan ini, yaitu meningkatnya kemampuan peserta untuk mampu melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan keamanan serta ketertiban masyarakat di gampongnya masing-masing sehingga angka gangguan Kamtibmas semakin menurun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kota Langsa, Al Azmi menyampaikan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni sejak 22 hingga 23 Agustus 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 132 orang dari 66 gampong dalam wilayah Kota Langsa.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa memberikan peran aktif kamtibmas, dalam rangka pembangunan dimasing-masing gampong,” tutupnya.(MS/ndi)

Loading...
Loading...

Daerah

Kota Kupang Dinyatakan Status Awas Bencana Kekeringan

Published

on

Elly Wairata
Continue Reading

Daerah

Waah… Anggota DPRD Rembang Malah Dorong Mahasiswa Terus Lakukan Demo

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bersinergi Wujudkan Penegakan Hukum Yang Baik, PN Kupang Gelar Coffee Morning

Published

on

Continue Reading




Loading…