Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Penyuap Bowo Sidik Divonis 1,5 Tahun

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Terdakwa pemberi suap anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, Asty Winasty, divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Majelis Hakim menilai, General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) itu terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Bowo dengan uang 158 dollar AS dan Rp311 juta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Asty Winasty dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan,” ujar Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Ponto, saat membacakan nota putusan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Uang tersebut diberikan kepada Bowo untuk PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog). Asty sendiri melakukan perbuataanya bersama-sama dengan Direktur PT HTK Taufik Agustono.

Awalnya, PT HTK putus kontrak kerja dengan PT Kopindo Cipta Sejahtera (cucu perusahaan PT Petrokimia Gresik) dan dialihkan kepada PT Pilog. Karena PT Pilog telah membeli kapal MT Pupuk Indonesia dengan kapasitas lebih besar dari kapal MT Griya Borneo milik PT HTK.

Kemudian pemilik PT Tiga Macan Steven Wang menyarankan Asty Winasti untuk bertemu Bowo Sidik. Ia menuruti saran tersebut. Ketika bertemu Bowo, Asty serahkan surat tentang kronologis pemutusan kontrak PT HTK dengan PT KCS.

Bowo pun melobby Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Aas Asikin Idat dan Direktur Pemasaran PT PIHC Achmad Tossin Sutawikara agar membatalkan pemutusan kontrak PT KCS dan PT HTK, sehingga kapal MT Griya Borneo bisa digunakan kembali.

Hakim mengatakan Bowo pun meminta commitment fee sebesar 2 dolar AS per metrik ton dari volume amoniak yang diangkut kapal MT Griya Borneo yang disewa oleh PT Pilog. Tapi commitment fee yang diminta Bowo Sidik terlalu besar, sehingga yang disetujui 1,5 dolar AS per metrik ton.

Baca Juga :   Selewengkan Dana Desa, Kades Hoi Dituntut 6,4 Tahun, TPK dan Bendahara 4,6 Tahun

Sedangkan Steven Wang meminta commitment fee 3 persen karena sudah membantu mengenalkan Asty kepada Bowo Sidik. Usai disetujui commitment fee, PT HTK dan PT Pilog menandatangani MoU kerja sama penyewaan kapal. MoU kerja sama itu ditandatangani oleh Taufik Agustono dan Ahmadi Hasan.

Realisasi fee yang diberikan Bowo Sidik melalui orang kepercayaannya Indung Andriani sebagai Direktur PT Inersia Ampak Engineer (IAE) di mana Bowo berstatus sebagai Komisaris Utama. Uang yang diterima Indung agar seolah-olah pembayaran antar perusahaan.

Selain Bowo Sidik, kata Majelis Hakim, Asty juga memberikan fee untuk pihak lain dalam kerja sama sewa menyewa kapal antara PT HTK dan PT Pilog. Pihak lain tersebut yakni Ahmadi Hasan menerima 28.500 dolar AS, Steven Wang menerima 32.300 dolar AS dan Rp186,8 juta Asty sendiri juga menerima fee 23.977 dolar AS.

Atas dasar itulah, Asty terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tahun juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (riz/ndi)

Loading...
Loading...

Hukum

Polisi Berhasil Gagalkan Puluhan Ribu Obat Terlarang Siap Edar

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Daerah

Anak Korban Pertanyakan Kelanjutan Kasus Pengeroyokan

Published

on

Jadi korban pengeroyokan, Hj, Nurhidayah Cowanih mengalami lebam dan bagian bawah kelopak matanya berdarah. (Foto: Istimewa)
Continue Reading

Daerah

Bawa Sabu, Pengunjung Lapas Kelas II B Langsa Diamankan

Published

on

Teks Foto :  Kepala Lapas Kelas IIB Langsa Saed Mahdar saat memperlihatkan pelaku bersama barang bukti narkotika jenis sabu. (Foto: Realitarakyat.com/M Syafrizal)
Continue Reading




Loading…