Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

OASE Kabinet Kerja Sosialisasi Pencegahan Stunting di Bangli

Published

on

Ketua Bidang II Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja (KK) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi konvergensi pencegahan stunting di PAUD Semara Murti, Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (22/8/2019/).

Bangli, Realitarakyat.com – Tujuh istri kabinet kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) , melakukan sosialisasi konvergensi pencegahan stunting dengan mengunjungi PAUD Semara Murti sebagai percontohan pencegahan stunting di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (22/8/2019).

Ketujuh pengurus OASE KK tersebut adalah, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM), Riri Sandjojo (istri Menteri Desa PDTT), Ma’rifah Hanif Dhakiri (istri Menakertrans), Koes Moeldoko (istri Kepala Staf Kepresidenan), Endang Budi Karya (istri Menhub), Nora Ryamizad Ryacudu (istri Menhan), dan Dedet Primadi (istri Sekjen Kemenkes).

“Salah satu program kami di OASE Bidang II, adalah peningkatan kualitas keluarga, yaitu pencegahan stunting, salah satunya program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), ini kecil dan ringan, tapi dampaknya besar,” kata Bintang Puspayoga, yang merupakan pengurus OASE KK (Ketua Bidang II), sekaligus istri Menteri Koperasi dan UKM, dalam sambutannya.

Menurut Bintang, pencegahan stunting ini merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa semua Kementerian/Lembaga harus bersama-sama mengeroyok program stunting.

“Sosialisasi pencegahan stunting ini, dilakukan atas kerjasama OASE KK dengan beberapa kementerian dalam upaya menurunkan angka stunting di desa-desa di Indonesia,” ujar Bintang.

Saat ini, katanya, masih ada sekitar 160 kabupaten/kota yang masih mengalami stunting. “Desa Pengotan di Bangli ini termasuk daerah rawan Stunting,” ungkap Bintang.

Karena itu, lanjut Bintang, perhatian terhadap PAUD-PAUD seluruh Indonesia harus terus ditingkatkan karena merupakan pendidikan utama dan pertama pendidikan formal yang diberikan pada anak.

“Kuncinya di gerakan Posyandu. Kalau Posyandu ini berjalan dengan baik Stunting bisa ditangani,” terang Bintang.

Dia menambahkan, pencegahan Stunting bisa dilakukan secara ringan melalui pola asuh, pola makan, sanitasi, dan itu ada di posyandu. Harapannya agar cegah Stunting bisa ditangani. “Posyandu merupakan ujung tombak pencegahan Stunting,” pungkas Bintang. (ndi)

Baca Juga :   Akhmad Muqowam Minta Mahasiswa Berwawasan Kebangsaan dan Menguasai Teknologi
Loading...
Loading...

Daerah

Water Cannon dan Gas Air Mata Bicara, Mahasiswa Berhasil Dipukul Mundur

Published

on

Continue Reading

Daerah

Tolak RUU KPK, Ratusan Mahasiswa Unsam Geruduk DPRK Langsa

Published

on

Ratusan mahasiswa saat menggelar aksi demo di DRPK Langsa, Senin (23/9/2019).
Continue Reading

Daerah

Dialog Deadlock, Mahasiswa Marah, Aksi Saling Lempar pun Tak Bisa Dihindari

Published

on

Anggota DPRD dari PAN, Hasbullah, saat keluar dari DPRD untuk dialog dengan mahasiswa.
Continue Reading




Loading…