Connect with us

Hukum

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Kasus Suap Perizinan Meikarta

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, untuk kasus suap terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tiga saksi tersebut yakni Kabid Teknik Dinas Bina Marga Kota Bandung Gumilang, bekas Kadis PUPR Pemprov Jawa Barat Guntoro, dan Hesti Raharja berprofesi sebagai konsultan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ketiganya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, untuk tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa (IWK).

“Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa tiga orang saksi untuk tersangka IWK terkait tindak pidana korupsi suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta,” kata Juru Bicara KPK saat dikonfirmasi, Rabu (21/8/2019).

KPK pada hari Senin lalu telah menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka, dalam pengembangan perkara kasus Meikarta tersebut.

Perkara kasus Meikarta tersebut berawal dari kegiatan tangkap tangan pada 14 dan 15 Oktober 2018. KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dari unsur kepala daerah, pejabat di pemkab Bekasi dan pihak swasta.

Kesembilan orang tersebut sudah divonis yaitu (1) Bekas Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin divonis 6 tahun penjara, (2) Bekas Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin divonis 4,5 tahun penjara, (3) Bekas Kepala PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati divonis 4,5 tahun penjara, (4) Bekas Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor divonis 4,5 tahun penjara.

Selanjutnya (5) Bekas Kepala Bidang Penataan ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili divonis 4,5 tahun penjara, (6) Bekas Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro divonis 3,5 tahun penjara, (7) Henry Jasmen P Sitohan divonis 3 tahun penjara, (8) Fitradjaja Purnama divonis 1,5 tahun penjara dan (9) Taryudi divonis 1,5 tahun penjara.

Penerimaan oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan atau pejabat lain di pemerintahan kabupaten Bekasi terkait 6 aspek yang cukup sistematis untuk mempengaruhi kewenangan DPRD Kabupaten Bekasi yaitu:

a. Pengirimaan terkait izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) seluas 846.356 meter persegi kepala PT Lippo Cikarang Tbk.
b. Penerimaan terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
c. Penerimaan terkait rekomendasi Dinas PUPR berupa site plan, block plan dan saran teknis IMB oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.
d. Penerimaan terkait rekomendasi pemasangan alat proteksi pemadam kebakaran.
e. Penerimaan terkait rekomendasi lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup f. Penerimaan terkait penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). [ipg]

Loading...
Loading...

Hukum

Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM, Hendardi: Jokowi Punya Banyak Perangkat dan Instrumen

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Daerah

ICW Tanjungbalai Minta Walikota Tak Istimewakan PNS Tersandung Hukum

Published

on

Siman SH, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tanjungbalai saat mengikuti sidang sebagai terdakwa di PN Tanjungbalai.
Continue Reading

Headline

Inilah Video Detik Penangkapan Bandar Narkoba di Aceh Dan Tanjungalai Saat Melarikan Diri

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending