Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Dua Jaksa Jadi Tersangka Kasus Suap Rehabilitasi Saluran Air

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua orang jaksa jadi tersangka kasus dugaan suap, atas lelang proyek pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Yogyakarta. Proyek itu senilai Rp 10,89 miliar.

Keduanya adalah Eka Safitra yang bertugas di Kejaksaan Negeri Yogyakarta dan Satriawan Sulaksono yang bertugas di Kejaksaan Negeri Surakarta.

KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (MAM), Gabriealla Yuan Ana sebagai tersangka.

“KPK tetapkan status peningkatan perkara dari penyelidik ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Alex menjelaskan, proyek ini dikawal oleh Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D) Kejari Yogyakarta. Dan Eka Safitra adalah salah satu anggotanya.

Gabriella pun meminta kepada Satrkawan Sulaksono untuk diperkenalkan oleh Eka karena perusahaannya ingin ikut lelang proyek di dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Kota (PUKP) Yogyakarta tersebut.

Eka pun melakukan pertemuan dengan Gabriella serta Direktur PT MAM Novi Hartono untuk membahas langkah pemenangan lelang. Seperti menentukan besaran harga perkiraan sendiri (HPS) serta spesifikasi yang disesuaikan dengan yang dimiliki PT MAM.

Dari pertemuan tersebut, Eka pun mengarahkan Kepala Bidang Sumber Daya Air PUKP Yogyakarta, Aki Lukman Nor Hakim untuk menyusun dokumen lelang. “Dengan syarat harus adanya sistem manajemen kesehatan dan penyediaan tenaga ahli K3,” kata Alex.

Tujuan dari arahan tersebut, guna
membatasi perusahaan lain memakai mengikuti lelang.

Pada 29 Mei 2019 diumumkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 8,3 miliar. “Diduga komitmen fee yang sudah disepakati adalah 5 persen dari nilai proyek,” ujar Alex.

Baca Juga :   Fayakhun Ngaku 'Main' di Proyek Bakamla untuk Biaya Kegiatan Politik

Pemberian tersebut berlangsung tiga kali untuk Eka. Pertama, 16 April 2019 sebesar Rp10 juta, 15 Juni 2019 dan 19 Agustus 2019 sebesar Rp100,87 juta.

“Sedangkan sisa fee 2 persen, direncanakan akan diberikan setelah pencairan uang muka pada pekan keempat bulan Agustus 2019,” kata dia.

Sedangkan, Satriawan belum diamanakan. Sehingga Alex belum mengungkap secara rinci peran Satriawan dalam kasus ini.

“Kami menghimbau agar tersangka SSL, jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta bersikap kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Alex.

Atas perbuatannya, Eka dan Satriawan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Gabriella disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. [riz/ipg]

Loading...
Loading...

Hukum

Kasus Karhutla, Polri: Sudah 9 Perusahaan yang Ditetapkan Tersangka

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo. (foto: ist/net)
Continue Reading

Hukum

Eks Sesmenpora Dicecar Penyidik KPK Seputar Tugasnya Sebagai KPA

Published

on

Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Semenpora), Alfitra Salamm. (foto: ist/net)
Continue Reading

Daerah

Kedapatan Pulang Malam, Terpidana Impor Daging Sapi Ternyata Dapat Izin Luar Biasa

Published

on

Continue Reading




Loading…