Connect with us

Hukum

PLN Dipidanakan Konsumen yang Rumahnya Ludes Terbakar

Published

on

Advokat Konsumen PLN yang Rumahnya Ludes Terbakar, Alvin Lim / Ist

Jakarta, Realitarakyat.com – Seorang konsumen Perusahan Listrik Negara (PLN) melaporkan petugas PLN ke Polda Metro Jaya.

Petugas PLN dipidanakan menyusul terbakarnya rumah konsumen akibat korsleting panel listrik, yang diduga diperbaiki oleh terlapor pada 21 September 2018.

Saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, konsumen PLN yang rumahnya terbakar bernama Eta Sihendra Djongroa sangat terpukul dan tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Beberapa kali air matanya mengucur saat menceritakan peristiwa yang menyebabkan huniannya ludes dilalap api akibat korsleting listrik. Ia datang didampingi advokatnya, Alvin Lim.

“Peristiwanya terjadi pada 21 September 2018 lalu,” kata Eta didampingi Alvin Lim, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Eta menceritakan, pada Jumat, 21 September 2018 ada pegawai PLN tengah memperbaiki sambungan listrik PLN yang sempat korsleting di rumahnya, di Perumahan Grawisa blok CL 2/25 RT 08/01 Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

“Pasca diperbaiki, malah terjadi korsleting pada panel listrik sehingga bukan hanya panel yang hangus terbakar, tapi juga rumah beserta isinya,” kata Eta.

Korsleting panel listrik yang kemudian merembet ke bagian rumah Eta terjadi pukul 04.00 WIB. Eta yang terbangun melihat percikan api pada panel listrik, membangunkan kedua anaknya dan pergi keluar dari rumah. Mereka pun selamat dari kobaran api, namun rumahnya tak bisa diselamatkan dan ludes dilalap si jago merah.

Sejak musibah itu, Eta tak lagi punya tempat tinggal. Bersama kedua anaknya, ia pun tepaksa menumpang di rumah orang lain. “Mirisnya, meski rumahnya sudah terbakar hidupnya menumpang di tempat orang lain, hingga saat ini ibu Eta masih dikirimi tagihan abodemen PLN,” kata Alvin Lim.

Pengacara muda yang dikenal vokal memperjuangkan keadilan ini mengaku sudah menyurati pihak PLN. “Karena tidak ada itikat baik dari pihak PLN, ibu Eta mengajukan laporan pidana agar oknum-oknum tersebut dapat ditindak, agar tidak terulang kepada korban lainnya,” kata Alvin.

Kasus itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pidana pasal 51 juncto 44 UU no 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan dan Pasal 188 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun keatas.

Meski diakui Alvin melawan perusahaan raksasa sekelas PLN tidaklah mudah, ia mengaku tetap akan berjuang membela keadilan.

“Nasib konsumen di Indonesia selalu terabaikan, apalagi jika melawan oknum perusahaan raksasa. Kita tempuh secara hukum agar masyarakat lemah mendapatkan keadilan,” kata Alvin.

Alvin menyatakan hampir sebagian kasus yang terjadi disebabkan kelalaian manusia atau human error sering dianggap sebagai hal yang biasa. “Sehingga ketika ada klaim perusahaan besar dan raksasa lagi-lagi tidak perduli dengan apa yang menimpa konsumennya,” kata Alvin. [hol/ipg]

Loading...
Loading...

Hukum

Polda Kalbar Amankan Seorang Warga Pemilik Berbagai Jenis Senpi

Published

on

Foto: Dok NTMC Polri
Continue Reading

Hukum

954 Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi di Periode Pertama Jokowi

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Hukum

Prabowo Menteri, KontraS: Masa Depan HAM Indonesia Makin Runyam

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading




Loading…