Connect with us

Hukum

Ada Suap Lain Diterima Emirsyah Satar Sekitar Rp 100 Miliar

Published

on

Tersangka Kasus Korupsi, Emirsyah Satar / Net

Jakarta, Realitarakyat.com – Ada dugaan suap lain yang diterima bekas Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, Terkait pembelian pesawat Airbus, Avions de Transport Regional (ATR), dan pesawat Bombardier dengan total suap yang telah teridentifikasi lebih kurang Rp 100 miliar.

Demikian disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

“Benar angka suap yang mengalir pada sejumlah pihak termasuk tersangka yang telah teridentifikasi sampai saat ini adalah sekitar Rp 100 miliar dalam bentuk berbagai mata uang, mulai dari rupiah, dolar AS, euro, dan dolar Singapura,” kata Febri.

Emir sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka baik suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk dan tindak pidana pencucian uang.

Selain Emir, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, diantaranya bekas Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Tbk, Hadinoto Soedigno dan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Dalam pengembangannya, KPK menduga ada suap yang didapat dari empat pabrikan pesawat sepanjang 2008-2013.

Empat pabrikan itu adalah Rolls Royce, Airbus S.A.S, perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan pabrikan Aerospace Commercial Aircraft.

Soetikno diduga memberikan sebagian komisi kepada Emirsyah dan Soedigno sebagai hadiah atas dimenangkannya kontrak oleh empat pabrikan.

Pada Senin, KPK memeriksa Senior Manager Head office Accounting PT Garuda Indonesia Norma Aulia dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Norma dipanggil sebagai saksi bagi mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Tbk, Hadinoto Soedigno.

Melalui pemeriksan Norma, KPK mendalami proses lelang dan pengadaan pesawat di PT Garuda.

Terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk, KPK menduga Soetikno memberikan uang kepada Emirsyah sebesar 1,2 juta euro dan 180.000 dollar AS atau setara Rp 20 miliar.

Emirsyah juga diduga menerima suap dalam bentuk barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Indonesia dan Singapura. [riz/ipg]

Loading...
Loading...

Hukum

Banyak Luka Lebam dan Cubitan di Tubuh Balita yang Tewas Dianiaya Ibunya

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Hukum

Polda Kalbar Amankan Seorang Warga Pemilik Berbagai Jenis Senpi

Published

on

Foto: Dok NTMC Polri
Continue Reading

Hukum

954 Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi di Periode Pertama Jokowi

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading




Loading…