Connect with us

Hukum

Terkait Kasus Impor Bawang Putih, KPK Geledah Kantor dan Rumah Pemilik PT Cahaya Sakti Agro

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta, Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dan kantor pemilik PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda (CSU) alias Afung. Penggeledahan itu dilakukan, terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih 2019. Afung adalah salah seorang tersangka dalam kasus ini.

“Hari ini, KPK lakukan penggeledahan di dua lokasi dalam penyidikan kasus suap terkait dengan impor bawang putih, yaitu kantor tersangka CSU alias Afung di Kapuk Cengkareng, Jakarta Barat dan rumah tersangka CSU di Jelambar Jaya, Jakarta Barat,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Febri menambahkan, dalam penggeledahan tersebut, pihaknya menyita sejumlah dokumen dalam bentuk surat dan elektronik. “Saat ini, tim KPK masih berada di lokasi. Jika ada perkembangan informasi berikutnya, akan kami sampaikan kembali,” ungkap Febri.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menggeledah di 19 lokasi terkait dengan kasus ini yang terdiri dari enam kota, yaitu Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Denpasar, dan Solo.

Kasus ini adalah hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (7/8/2019), dan KPK pun menetapkan enam tersangka sebagai pemberi, yaitu tiga orang dari unsur swasta, masing-masing Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Sebagai penerima, yakni anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra (INY), Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman, dan Elviyanto (ELV) dari unsur swasta.

Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa permintaan fee dari I Nyoman dilakukan melalui Mirawati. Angka yang disepakati pada awalnya adalah Rp3,6 miliar dan komitmen fee Rp1.700,00 sampai Rp1.800,00 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor.

Adapun komitmen fee tersebut untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 ton bawang putih untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Chandry alias Afung.

Dari permintaan fee Rp3,6 miliar tersebut sudah terealisasi Rp2,1 miliar. Setelah menyepakati metode penyerahan, Zulfikar mentransfer Rp2,1 miliar ke rekening Doddy. Selanjutnya, Doddy mentransfer Rp2 miliar ke rekening kasir money changer milik I Nyoman.

Uang Rp2 miliar tersebut, direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI) bawang putih tersebut. Sebesar Rp100 juta masih berada di rekening Doddy yang akan digunakan untuk operasional pengurusan izin. (riz/ndi)

Loading...
Loading...

Hukum

Yasonna Dinilai Manfaatkan Wabah Covid-19 Untuk Bebaskan Koruptor

Published

on

Continue Reading

Hukum

Wow, Ada Nama Setya Novanto dalam Usulan Pembebasan Napi Koruptor?

Published

on

illust/net
Continue Reading

Hukum

Meski Ada Edaran Pembatasan Moda Transportasi, Polda Metro Pastikan Tak Tutup Jalan Tol dan Arteri

Published

on

Continue Reading
Loading...
Loading…

#Trending