Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Selamatkan 374.326 Jiwa, Polda Metro Musnahkan Narkoba Hasil Tangkapan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba dan Polres Jajaran berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika pada periode tiga bulan terakhir, yakni Juni-Agustus 2019. Hari ini pun melakukan pemusnaan barang bukti hasil tangkapan tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono mengatakan, pengungkapan itu dilakukan, sebagai langkah meminimalisir angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Irjen Gator, sejumlah pengungkapan tersebut berhasil menciduk 154 orang tersangka berikut barang buktinya, yakni narkotika dan minuman keras.

“Jumlah Barang Bukti yang disita yakni Shabu : 147,12 Kg, Ganja : 34,64 Kg, Ekstasi : 82.022 Butir, Heroin : 668,10 Gram, H-5 : 100 Butir, Cocain : 960,77 Gram, Bubuk Ekstasi : 1.067 Gram, Ganja Cair : 3 Toples, Miras : 10.224 Botol dan 27 Bungkus, Baya (obat palsu/ keras) : 25.074 Butir dan Prekursor (Alat dan Bahan Pembuatan Shabu),” ujar Irjen Gatot di Halaman Polda Metro Jaya, Senin (19/8/2019).

Dikatakan Irjen Gatot, barang bukti narkoba jenis shabu dan ekstasi yang telah ditetapkan pengadilan dilakukan pemusnahan hari ini. Narkoba jenis shabu sebanyak 71,8 kg dan ekstasi 15.326 butir.

“Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang sudah mendapatkan ketetapan dari Pengadilan,” katanya.

Sementara untuk barang bukti yang disita dari Polres jajaran kata Irjen Gatot belum bisa dimusnahkan karena belum mendapatkan penetapan dari Pengadilan.

“Dengan dimusnahkannya barang bukti shabu dan ekstasi seperti tersebut di atas, dapat menyelamatkan 374.326 jiwa,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :   Mantan Gubernur NTT Berpeluang Jadi Tersangka

“Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah),” tukasnya. (orl/ndi)

Loading...
Loading...

Hukum

Kasus Karhutla, Polri: Sudah 9 Perusahaan yang Ditetapkan Tersangka

Published

on

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo. (foto: ist/net)
Continue Reading

Hukum

Eks Sesmenpora Dicecar Penyidik KPK Seputar Tugasnya Sebagai KPA

Published

on

Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Semenpora), Alfitra Salamm. (foto: ist/net)
Continue Reading

Daerah

Kedapatan Pulang Malam, Terpidana Impor Daging Sapi Ternyata Dapat Izin Luar Biasa

Published

on

Continue Reading




Loading…