Connect with us

Fokus

Budayawan: Bekasi Lebih Kaya Ketimbang Bogor

Published

on

Budayawan, Ali Anwar

Bekasi, Realitarakyat.com – Kota Bekasi lebih kaya ketimbang Kota Bogor. Hal itu disampaikan budayawan Ali Anwar, ketika dimintai pendapatnya terkait wacana Bogor menjadi Provinsi Bogor Raya.

“Kami menolak kalau digabung, karena Bekasi lebih kaya dari pada Bogor,” kata Ali Anwar ketika dihubungi Realitarakyat.com.

Terlebih lagi, kata Ali Anwar, Bekasi memiliki sejarah, karena daerah tersebut sempat menjadi medan pertempuran yang membuat penjajah gentar di masa perang, selepas Indonesia merdeka pada 1945.

Kala itu, daerah tersebut yang merupakan bagian dari Kawedanan Jatinegara, Karesidenan Batavia yang menjadi lokasi penting pertahanan Indonesia dari upaya sekutu yang ingin menguasai Jawa Barat melalui jalur pantai utara.

“Jadi kami menolak bila ada wacana itu,” ujar dia.

Sementara, pengamat perkotaan Yayat Supriyatna berpendapat, sebaiknya Bekasi menolak gabung dengan provinsi lain.

Dia menyarankan agar Bekasi mandiri saja sebagai kota Metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya, yang jumlah penduduknya lebih banyak dari Bandung.

Jika menjadi kota yang mandiri, Bekasi bisa didukung oleh tujuh kota baru sepanjang koridor Bekasi hingga Cikampek.

“Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi bekerja sama saja, sudah jadi kota dan kabupaten kaya. Jangan gabung dengan DKI,” ujarnya.

Sedangkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tidak ambil pusing dengan wacana-wacana pemekaran wilayah yang santer diberitakan belakangan ini.
Sejauh ini dirinya masih tidak setuju jika Bekasi masuk dalam Provinsi Bogor Raya.

“Pakuan kan Bogor, kawasan Bogor lah, Sukabumi lah. Kalau Bhagasasi kan tahun 450-an sudah ada raja Purnawarman, dari Kerajaan Tarumanagara,” kata pria yang biasa disapa Pepen ini di kantor Wali Kota Bekasi. (yus/ndi)

Loading...
Loading...

Fokus

Kader JKN Berasal Dari Masyarakat Sekitar

Published

on

Kader JKN usai ikuti pelatihan. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Fokus

Kader JKN Tak Digaji

Published

on

Kader JKN yang diterjunkan untuk tagih peserta BPJS Kesehatan yang menunggak lebih dari empat bulan. (Foto: Ist/Net)
Continue Reading

Fokus

BPJS Perlu Miliki Profil Penunggak Iuran

Published

on

Ilustrasi BPJS Kesehatan/Ist.
Continue Reading




Loading…