Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Soal Penanganan Kasus Suap Anggota DPRD, Kajati NTT Didesak Peringatkan Kejari Alor

Published

on

Kemahnuri Kupang saat menggelar unjuk rasa di Kantor Kejati NTT, Jumat (16/8).

Kupang, realitarakyat.com – Badan Pengurus Kerukunan Mahasiswa Nusa Kenari (Kemahnuri) Kupang meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman untuk segera memberikan peringatan keras kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Alor.

Peringatan keras itu bukan saja untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Alor, namun Kajati NTT juga diminta untuk memberikan peringatan kepada jaksa Kejari Kabupaten Alor untuk segera memanggil, menyelidiki sejumlah anggota DPRD Kabupaten Alor di Pengadilan Tipikor Kupang dalam kasus dugaan suap oleh Pemda Kabupaten Alor senilai Rp. 500 juta.

Demikian orasi yang disampaikan Yohanis Lankari selaku koordinator umum Kemahnuri Kupang saat berunjuk rasa di Kantor Kejati NTT, Jumat (16/8).

Dalam orasinya juga dikatakan bahwa terdakwa Achmad Maro dalam keterangannya menyebutkan bahwa beberapa nama oknum anggota DPRD Alor turut terlibat dalam kasus suap oleh Pemda Kabupaten Alor senilai Rp. 500 juta.

Disebutkan Lankari, dalam kasus suap yang kini di sidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang diduga melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), plt. Sekda Kabupaten Alor, OL, Kepala BPPD Alor, MLH, dan Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, UB.

Dijelaskan Lankari, tujuan pemeberian uang senilai Rp. 500 juta ini kepada oknum anggota DPRD Alor ini guna mencari solusi atas molornya sidang pembahasan anggaran oleh DPRD Kabupaten Alor.

“Terdakwa diperintahkan plt. Sekda Kabupaten Alor, OL untuk memberikan uang senilai Rp. 500 juta kepada anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Alor yang diserahkan langsung kepada Seniriadin Nurdin Badu disaksikan.oleh anggota DPRD Kabupaten Alor, Sulaiman Singhs, Mulyawan Djawa, dan Yonathan Mokay untuk diberikan kepada anggota badan anggaran di ruang komisi II DPRD Kabupaten Alor,” beber Lankari.

Baca Juga :   Kasus NTT Fair Berpotensi Lahirkan Tersangka Baru

Untuk itu, dalam orasinya Kemahnuri Kupang menuntut agar Kajati NTT memerintahkan Kejari Alor untuk segera memanggil, menyelidiki dan menyidik serta menuntut di muka Pengadilan Tipikor Kupang anggota Banggar DPRD Kabupaten Alor tahun 2013 atas nama Seniriadin Nurdin Badu beserta tiga orang anggota DPRD Alor lainnya yakni Sulaiman Singhs, Mulyawan Djawa dan Yonathan Mokay.

“Pengakuan terdakwa Achmad Maro ketiga anggota DPRD Alor itu menerima uang senilai Rp. 500 juta diruang komisi II DPRD Kabupaten Alor,” terang Lankari.

Dalam kesempatan itu juga, Kemahnuri Kupang juga meminta agar Kejati NTT memerintah Kejari Alor untuk segera memeriksa, menyelidiki di Pengadilan Tipikor Kupang, Simen Th. Pally dan tim Banggar DPRD Kabupaten Alor.

Kejari Alor juga diminta agar berani dan jangan mengabaikan keterangan saksi – saksi terutama tim TPAD Kabupaten Alor dan anggota Banggar DPRD Kabupaten Alor karena kasus penyuapan senilai Rp. 500 juta.

Saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kajati NTT, Kemahnuri Kupang diterima, Koordinator Bidang Datun Kejati NTT. Robert Jimmy Lambila dan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT mengaku bahwa pihaknya segera menyikapi aspirasi dari Kemahnuri Kupang terkait kasus suap senilai Rp. 500 juta.

Untuk diketahui bahwa, Kemahnuri Kupang berjanji akan kembali ke Kejati NTT untuk mendapatkan hasil dari kasus suap tersebut pada, Selasa (20/8) mendatang.(rey/ndi)

Loading...
Loading...

Daerah

Kota Kupang Dinyatakan Status Awas Bencana Kekeringan

Published

on

Elly Wairata
Continue Reading

Daerah

Waah… Anggota DPRD Rembang Malah Dorong Mahasiswa Terus Lakukan Demo

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bersinergi Wujudkan Penegakan Hukum Yang Baik, PN Kupang Gelar Coffee Morning

Published

on

Continue Reading




Loading…