Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Seperti Kapolri, Jaksa Agung Idealnya dari Birokrat Karier

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo soal posisi Jaksa Agung dalam kabinet kerja jilid II akan diisi dari kalangan non-partai politik, sudah tepat.

Demikian penilaian Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, akan lebih ideal jika posisi Jaksa Agung diisi oleh birokrat karier, seperti posisi Kapolri di institusi Polri.

“Jadi, bukan diambil dari perwakilan partai politik, yang menimbulkan imbas yang sangat buruk keluar ataupun ke dalam institusi itu tersebut,” kata dia.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Is ini menyerahkan sepenuhnya terhadap penilaian objektif Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogratif dalam menentukan para pembantunya.

“Tentu semuanya kembali pada hak preogratif presiden yang lebih paham dengan kebutuhannya,” kata dia.

Ia pun mengingatkan agar semua pihak, baik dari elit politik, kalangan profesional untuk tidak berlebihan dalam melakukan manuver politiknya, dengan mengumbar-umbar masuk busra calon pembantu presiden.

“Begitu juga para milenial yang mulai terlalu pede, nanti teriak kemana-mana begitu nama nya tidak masuk malah malu sendiri. Jadi, jangan terlalu percaya diri, ikuti mekanisme yang ada, wong presiden saja juga belum dilantik kok,” kata Is. [zal/ipg]

Baca Juga :   Ribuan Warga Kota Kupang Hadiri Kampanye Jokowi di NTT
Advertisement
Loading...
Loading…