Connect with us

Daerah

Polsek Reo Amankan Pria Tanpa Identitas yang Dicurigai Warga

Published

on

Manggarai, Realitarakyat.com – Seorang pria tanpa identitas diamankan petugas kepolisian, dari Kepolisian Sektor (Polsek) Reo.

Pria yang belum diketahui namanya itu diamankan lantaran warga Kedindi, Wangkung, Reok, NTT merasa curiga dengan keberadaannya di Masjid Nurul Barokah.

Saat warga menanyakan identitasnya, pria itu tidak menjawab. Dia hanya menggunakan isyarat. Warga yang sudah terlanjur curiga akhirnya melaporkannya ke polisi.

Mendapatkan laporan, pihak Kepolisian Sektor Reok mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut. Saat pemeriksaan berlangsung, tidak ditemukan adanya barang bawaan berbahaya maupun barang-barang terlarang lainya.

“Keberadaan pria tersebut, pertama kali diketahui Musi (40), asal Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” kata Kapolsek Reok, Alvian Hidayat kepada wartawan melalui pesan messenger WhatsApp, Kamis (15/8/2019).

Menindaklanjuti hal itu, Polsek Reo berupaya untuk mengetahui alamat tempat tinggal pria tersebut. Polsek Reok pun menyerahkan pria yang diduga penyandang tuna wicara tanpa identitas ini ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai.

Penyerahan dilakukan Kanit Intelkam Polsek Reo, Bripka Oktaf Saidina dengan di dampingi Banit Lantas Polsek Reo, Bripka Ruslin A. Rajak, dan diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Rafael P. Pogor.

Selanjutnya dibawa ke SLB Karya Murni Ruteng untuk mengetahui dan berinteraksi menggunakan bahasa isyarat.

Alhasil, Staf Pengajar SLB mengetahui pria ini diduga bukan penyandang status tuna netra. Sebab, salah satu ciri tuna netra adalah dapat memahami bahasa isyarat lokal.

Setelah itu, Staf Pengajar SLB Karya Murni, dan pihak Dinas Sosial langsung menghubungi Dokter Phisikolog dari yayasan Mariamoe Peduli Ruteng.

Setelah dokter Phisikolog, Albina Umen melakukan interaksi dengan pria tersebut. Padahal kata Albina, pria ini berupaya untuk menutupi diri yang dengan jawaban dalam bentuk gambar selalu berubah-ubah.

Baca Juga :   18 Desa Se Kabupaten Sumbawa Akan Menggelar Pilkades Serentak

Berdasarkan keterangan dokter Phisikolog, pria itu mengalami kecemasan yang besar, yang ditandai dengan, pada saat diajak untuk berkomunikasi selalu membuat tingkah agar tidak fokus dangan pertanyaan yang diajukan.

“Pemeriksaan maupun obserfasi atau pengamatan yang dilakukan terhadap yang bersangkutan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, melainkan membutuhkan waktu sekitar 14 hari,” kata Albina Umen.

Pria itu kini dititipkan ke Yayasan Karya Bakti, Pusat Rehabilitasi dan Klinik Gangguan Jiwa. [fren/ipg]

Advertisement
Loading...
Loading…