Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Teknologi Pengaruhi Tingginya Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Published

on

Aspidum Kejati NTT, Eko Budi Kuntadi

Kupang, realitarakyat.com – Saat ini kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur cukup tinggi di Kota Kupang. Dalam kasus pencabulan atau asusila terhadap anak dibawah umur ini rata – rata dipengaruhi oleh teknologi yang semakin canggih.

Demikian disampaikan Asisten Tindak Pidana Umum (As Pidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Eko Budi Kuntadi kepada wartawan, Rabu (14/8).

Dijelaskan Eko, teknologi yang semakin canggih turut mempengaruhi tingginya kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dimana, dengan teknologi siapapun dapat mengakses konten – konten porno.

Dalam kasus itu, lanjut Eko, pelaku bukan saja dari kalangan dewasa namun juga dari kalangan anak dibawah umur.

“Rata – rata anak dibawah umur ini terpengaruh oleh konten – konten pornografi yang diakses melalui teknologi,” ujar Eko.

Selain teknologi, kata Eko, faktor lingkungan dan pergaulan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Selain teknologi, faktor lingkungan dan pergaulan juga turut mempengaruhi tingginya kasus pencabulan anak dibawah umur,” sebut Eko.

Ditegaskan Eko, untuk kasus pencabulan anak dibawah umur Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa setinggi mungkin agar memberikan efek jerah bagi pelaku.

Namun, tambah Eko, dengan adanya tuntutan yang tinggi juga tidak berpengaruh. Bahkan, kasus asusila terus terjadi bahkan semakin tinggi.

Untuk itu, dirinya berharap agar orang tua memiliki peran aktif dalam mengawasi perkembangan anak – anaknya dirumah sehingga dapat meminimalisir kasus asusila terhadap anak dibawah umur. (rey/ndi)

Baca Juga :   Walikota medan: Semua jalan Yang Rusak Harus Diperbaiki
Advertisement
Loading...
Loading…