Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Kasus Dana Hibah, Alex Noerdin Diperiksa Kejagung

Published

on

Bekas Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung / Ist

Jakarta, Realitarakyat.com – Bekas Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin diperiksa Kejaksaan Agung RI, hari ini, Rabu (14/8/2019).

Pemeriksaan terhadap politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pencairan dana hibah tahun anggaran 2013.

Alex diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ia hadir di Gedung Kejagung RI, Jakarta, pukul 09.00 WIB.

Bekas calon Gubernur DKI Jakarta itu tak memberikan sepatah kata pun kepada awak media. Hingga berita ini dimuat, proses pemeriksaan masih berlangsung.

Sebelumnya penyidik Pidsus Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap bekas Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Yusri Effendy terkait kapasitasnya selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (KTAPD).

Kasus dugaan korupsi itu berawal pada tahun anggaran 2013 pemerintah provinsi menganggarkan dana hibah di dalam APBD Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp 2,1 triliun.

Dari jumlah tersebut, yang terealisasi sebesar Rp 2 triliun disalurkan untuk 2.461 penerima yang terdiri atas lembaga swasta/instansi vertikal, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi wartawan, dan kelompok masyarakat melalui aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Penganggaran dan penyaluran dana hibah itu dilakukan dengan tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 juncto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD. Akibatnya, keuangan negara merugi senilai Rp 21 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka, yakni bekas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumatera Selatan berinisial LPLT dan bekas Kepala Kesbangpol Sumatera Selatan berinisial I.

Keduanya telah disidangkan dan diputus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, Sumatera Selatan. [ipg]

Baca Juga :   Presiden Jokowi Buka Munas KAHMI di Medan
Advertisement
Loading...
Loading…